Siaran Pers

Kuatkan Komitmen dengan Pemerintah Gorontalo melalui Perpanjangan PKS Jamkesta 2015

Upload Date : 17 Jan 2015

Kuatkan Komitmen dengan Pemerintah Gorontalo melalui Perpanjangan PKS Jamkesta 2015

Perkuat Komitmen dengan Pemerintah Aceh melalui Perpanjangan PKS Jaminan Kesehatan Rakyat Aceh

Upload Date : 14 Jan 2015

Perkuat Komitmen dengan Pemerintah Aceh melalui Perpanjangan PKS Jaminan Kesehatan Rakyat Aceh

79.165 Karyawan PTPN-III Siap Jadi Peserta BPJS Kesehatan

Upload Date : 10 Jan 2015

79.165 Karyawan PTPN-III Siap Jadi Peserta BPJS Kesehatan

IndeksKepuasan Peserta dan Faskes terhadap BPJS Kesehatan Sukses Lampaui Target

Upload Date : 02 Jan 2015

Jakarta – Sebagai pelaksana program jaminan kesehatan yang baru berjalan selama satu tahun, BPJS Kesehatan terbilangsukses memenuhi komitmennya untuk melayani kebutuhan dasar kesehatan masyarakat melalui pelayanan yang handal, unggul dan terpercaya. Hal tersebut ditunjukkan oleh hasil survei kepuasan peserta dan fasilitas kesehatan terhadap BPJS Kesehatan yang dilakukan salah satu lembaga survey ternama, Myriad Research Comitted.

 

Dari total 17.280 responden masyarakat, sebanyak 81% menyatakan puas terhadap BPJS Kesehatan. Angka tersebut melampaui target kepuasan masyarakat yang ditetapkan oleh pemerintah, yaitu sebesar 75%. Persentase total sebesar 81% itu merupakan gabungan dari indeks kepuasan peserta terhadap layanan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut (FKRTL), Kantor Cabang, dan BPJS Kesehatan Center.

 

“Presentase indeks kepuasan peserta terhadap fasilitas kesehatan diperoleh dari gabungan antara kepuasan peserta di FKTP (80%) dan di FKRTL (82%).Pada tingkat FKTP, indeks kepuasan peserta yang dilayani oleh Puskesmas terbilang sama persis dengan indeks kepuasan peserta yang dilayani Dokter Praktek Perorangan (DPP) dan Klinik, yaitu sebesar 80%,” jelas Healthcare Specialist Myriad Research Comitted, dr. Dessy Chairani dalam acara diskusi media di Media Center BPJS Kesehatan, Selasa (2/1).

 

Di tingkat FKRTL, kepuasan peserta yang datang ke RS Pemerintah berada pada angka 80%, sementara untuk RS Swasta adalah 83%. Dari sisi jenis layanan, rawat jalan atau rawat inap di rumah sakit, tidak ada perbedaan tingkat kepuasan di antara keduanya. Sedangkan indeks kepuasan peserta rawat jalan dan rawat inap hampir sama tingginya, yaitu 81% dan 80%.

 

Sementara itu, indeks kepuasan untuk layanan yang bersifat administratif di Kantor Cabang dan BPJS Kesehatan Center adalah sebesar 80%.Jika dianalisa berdasarkan jenis peserta, indeks kepuasan peserta Pekerja Penerima Upah (PPU), Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU), dan Bukan Pekerja (BP) dalam memperoleh pelayanan di FKTP dan FKTRL, relatif sama tingginya, yaitu sebesar 80% hingga 81%. Hal serupa terlihat pula di Kantor Cabang, dimana indeks kepuasan untuk ketiga jenispeserta non-PBI tersebut adalah 79%. Sementara di BPJS Kesehatan Center, indeks kepuasannya adalah 79% untuk PPU serta 80% untuk PBPU dan BP.

 

Dari sisi kepuasan fasilitas kesehatan terhadap BPJS Kesehatan, hasil yang dicapai pun sukses melampaui harapan. Sebelumnya, pemerintah menetapkan angka 65% sebagai target, namun berdasarkan hasil survey Myriad, nyatanya indeks kepuasan fasilitas kesehatan terhadap BPJS Kesehatan mencuat di angka 75%.

 

“Indeks kepuasan FKTP terhadap BPJS Kesehatan relatif sama dengan FKTRL, yaitu 74% dan 76%. Di tingkat FKTP, indeks kepuasan antara Puskesmas (73%) tidak berbeda jauh dengan indeks kepuasan DPP dan Klinik (75%). Begitu pula di FKRTL, indeks kepuasan RS Pemerintah (75%) dan RS Swasta (77%) tidak memiliki perbedaan yang mencolok,” kata dr. Dessy.

 

Dalam acara yang sama, Direktur Komersial I PT Sucofindo (Persero) M. Heru Riza Chakim turut membeberkan hasil survey awareness masyarakat mengenai BPJS Kesehatan. Menurutnya, dari 10.202 responden yang diambil dari 12 Divisi Regional di seluruh Indonesia, sebanyak 95% di antaranya telah mengenal BPJS Kesehatan dengan baik.

 

“Survey ini dilakukan untuk mengevaluasi awareness dan efektivitas iklan serta sosialisasi BPJS Kesehatan. Tahun 2013, awareness masyarakat terhadap pelaksanaan program jaminan kesehatan adalah sebesar 58%. Tahun 2014 ditargetkan ada kenaikan yang signifikan, dan hal ini berhasil dilakukan,” tegas Heru.

 

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil survey, hal pertama yang terlintas di benak masyarakat tentang BPJS Kesehatan adalah “berobat gratis”, disusul dengan “asuransi kesehatan rakyat”, “pengganti ASKES”, dan “bantuan kesehatan”.

 

“BPJS Kesehatan (secara merek) masih diasosiasikan sebagai asuransioleh masyarakat, bukan sebagai penyelenggara jaminan sosial kesehatan. BPJS Kesehatan juga masih kuat diasosiasikan dengan berobat gratis,khususnya di kalangan masyarakat berpendidikan rendah (sampai dengan tamat SMP). Oleh karena itu, diperlukan strategi untuk mengedukasi dan menggeser mindset masyarakat bahwa BPJS Kesehatan adalah sebagai pelaksana program jaminan kesehatan, bukan asuransi,” jelas Heru.

 

Menurutnya, secara umum awareness masyarakat terhadap BPJS Kesehatan sudah tinggi.Awareness tertinggi berasal dari responden pekerja sektor formal. Televisi menjadi sumber pengetahuan tertinggi bagi awareness responden terhadap iklan. Sementara Facebook, YouTube, dan Twitter menduduki tiga teratas untuk kelompok media sosial. Website BPJS Kesehatan sendiri menjadi sumber pengetahuan terbesar di kelompok website.

 

“Efektivitas TV dan radio untuk meningkatkan ketertarikan masyarakat menjadi peserta BPJS Kesehatan sangat tinggi, sebab pesan yang disampaikan mudah dicerna oleh masyarakat. Selain itu, dari hasil survey kami juga menemukan bahwa kebersediaan masyarakat untuk merekomendasikan BPJS Kesehatan kepada orang lain bernilai positif, namun masih perlu didorong lagi,” kata Heru.

 

Sepanjang tahun 2014, BPJS Kesehatan sendiri telah melaksanakan berbagai kegiatan demi meningkatkan pemahaman masyarakat. Selain melakukan sosialisasi langsung kepada masyarakat, BPJS Kesehatan juga terus berupaya menyebarluaskan informasi melalui iklan di televisi, radio, surat kabar, website, serta media sosial.

 

Tak hanya itu, BPJS Kesehatan juga rutin menyelenggarakan Kelas Sosialisasi dan Training of Trainers Jaminan Kesehatan yang berisi informasi tentang kepesertaan, prosedur pendaftaran dan manfaat jaminan kesehatan.Kegiatan rutin lainnya adalah sosialisasi dengan perusahaan asuransi swasta mengenai skema Coordination of Benefit (CoB), yang manaskema tersebut kinitelah diikuti oleh 49 asuransi swasta.

 

Sebagai upaya meningkatkan kepuasan masyarakat,awal tahun 2015 ini BPJS Kesehatan juga akan berkoordinasi dengan Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) mengembangkan aplikasi Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (LAPOR!) untuk menangani keluhan masyarakat yang disampaikan melalui website BPJS Kesehatan. Dengan diluncurkannya aplikasi LAPOR! dalam waktu dekat, diharapkan BPJS Kesehatan dapat memenuhi komitmen penanganan keluhan sebagaimana yang disampaikan dalam Undang-undang No. 24 Tahun 2011 Pasal 48 ayat 1 dan Peraturan Presiden RI No. 12 Tahun 2013 Bab X Pasal 45.

 

***

-Selesai-

Informasi lebih lanjut hubungi:

Departemen Komunikasi dan Hubungan Masyarakat

BPJS Kesehatan Kantor Pusat                                                                    

+62 21 424 6063                                                

humas@bpjs-kesehatan.go.id

Kesepahaman Antara BPJS Kesehatan dengan DPN APINDO Mengenai Pendaftaran Peserta BPJS Kesehatan dari Badan Usaha

Upload Date : 22 Dec 2014

Jakarta : BPJS Kesehatan bersama dengan DPN APINDO dan Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) melakukan rapat koordinasi terkait dengan Pendaftaran Peserta BPJS Kesehatan dari Badan Usaha di Kantor Kementerian PMK, Jakarta (22/12)

 

Berikut poin-poin hasil pembahasan rapat tersebut :

 

1.      APINDO akan mendorong perusahaan mendaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan paling lambat  1 Januari 2015, dengan menggunakan format registrasi Badan Usaha dan data pekerja dan keluarganya melalui aplikasi e-DABU.

2.      Aktivasi peserta oleh BPJS Kesehatan paling lambat 30 Juni 2015. Bagi perusahaan yang sudah lengkap dan tervalidasi bisa langsung aktif menjadi peserta  BPJS Kesehatan sesuai regulasi.

3.      Bahwa pada masa 1 Januari 2015 sampai dengan 30 Juni 2015 tersebut BPJS Kesehatan dan APINDO mengkoordinasikan kesiapan Fasilitas Kesehatan Tingkat I, mekanisme koordinasi manfaat (Coordination of Benefit/COB), dan hal-hal lain yang diperlukan untuk menjamin tingkat pelayanan yang baik bagi peserta BPJS Kesehatan

 

BPJS Kesehatan akan mendorong klinik-klinik milik Badan Usaha menjadi FKTP BPJS Kesehatan sesuai dengan regulasi dengan masa transisi enam bulan. Dengan mengoptimalkan pemanfaatan bagi peserta BPJS Kesehatan di Badan Usaha yang bersangkutan

 

4.      Bahwa sanksi sebagaimana diatur dalam PP 86/2014 tidak diberlakukan bagi perusahaan yang sudah melakukan pendaftaran.

5.      Ketentuan lebih lanjut mengenai pendaftaran, fasilitas kesehatan tingkat pertama, koordinasi manfaat dan hal-hal lain yang dipandang perlu akan dikoordinasikan oleh Tim Gabungan yang dibentuk oleh BPJS Kesehatan dengan APINDO dan dituangkan dalam perjanjian kerjasama dibawah supervisi Dewan Jaminan Sosial Nasionan (DJSN).

 

-Selesai-

Informasi lebih lanjut hubungi:

Departemen              

Hubungan Masyarakat

BPJS Kesehatan Kantor Pusat                                                 

+62 21 424 6063                                            

humas@bpjs-kesehatan.go.id