Andil Besar Rumah Sakit Swasta dalam Implementasi JKN-KIS

Penulis : Humas Dibaca : 4096 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 01 Mar 2017 10:02:32


SURABAYA (28/02/2017) : Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)- Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang diselenggarakan BPJS Kesehatan sudah memasuki tahun ke-empat dalam implementasinya. Selain jumlah peserta yang meningkat, fasilitas kesehatan (faskes) yang menjadi provider JKN-KIS juga bertambah. Artinya, program JKN-KIS sangat dibutuhkan masyarakat dan saat ini semakin banyak RS yang berminat jadi mitra kerja BPJS Kesehatan untuk melayani peserta JKN-KIS.

Program JKN-KIS punya daya tarik bagi fasilitas Kesehatan yang mampu melihat peluang. Selain memudahkan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang komprehensif, program JKN-KIS, juga telah membuat rumah sakit yang menjadi mitra BPJS Kesehatan semakin bertumbuh. Salah satunya adalah Rumah Sakit Islam Ahmad Yani Surabaya ini,” jelas Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris, saat mendampingi Kunjungan Kerja Wakil Presiden RI Jusuf Kalla di Surabaya (28/02).

 

Fachmi menambahkan, kehadiran Program JKN-KIS lambat laun makin memberikan dampak positif khususnya di ranah pelayanan kesehatan. Di tengah segala perbaikan untuk penyempurnaan program, kini baik peserta maupun fasilitas kesehatan sebagai mitra kerja BPJS Kesehatan mulai merasakan nilai tambah dalam menjalankan amanat undang-undang ini.

Sebagai contoh di Rumah Sakit Ahmad Yani Surabaya ini terjadi peningkatan kunjungan dengan rata-rata peserta JKN-KIS yang dilayani per bulannya mencapai 8.297 kunjungan untuk Rawat Jalan Tingkat Lanjutan  (RJTL) dan 536 kasus Rawat Inap Tingkat Lanjutan (RITL). Manfaat yang diperoleh rumah sakit setelah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan diantaranya adalah jumlah klaim yang meningkat. Berdasarkan data pembayaran klaim sejak bulan Januari 2016 sampai bulan Januari 2017, rata-rata klaim RS Islam Ahmad Yani Surabaya mencapai Rp 1.736.574.085,- untuk pelayanan RJTL dan Rp 2.181.693.287,- untuk pelayanan RITL.

Kondisi saat ini,  lebih tepatnya distribusi fasilitas kesehatan dirasa masih belum merata, baik tingkat pertama maupun tingkat lanjutan. Sarana dan prasarana fasilitas kesehatan rujukan di beberapa wilayah belum lengkap sesuai standar kelas yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan. BPJS Kesehatan harapkan peran serta mitra BPJS Kesehatan. Hingga Februari 2017, dari total 2.013 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) yang telah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan, 873 adalah rumah sakit swasta (termasuk RS BUMN/BUMD) yang telah bekerjasama BPJS Kesehatan.


File :