Gotong Royong Bukan Hanya Milik BPJS Kesehatan, Melainkan Juga Milik Bangsa

Penulis : Humas Dibaca : 604 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 06 Aug 2017 17:35:26
Konsep gotong bukan hanya milik BPJS Kesehatan, namun milik bangsa Indonesia. Demikian yang ditegaskan Ir. Gde Pradnyana M.Sc.,Ph.D. saat diwawancarai beberapa waktu lalu, Jumat (4/08). Menurutnya, gotong royong bukan sesuatu yang baru karena telah membumi sejak lama dalam tradisi masyarakat Indonesia. Bahkan Pancasila selaku dasar negara pun menganut prinsip gotong royong.

“Sudah seharusnya seluruh rakyat ikut program JKN-KIS ini. Yang sehat membantu yang sakit, yang mampu membantu yang kurang mampu. Jika semua masyarakat Indonesia dapat berpartisipasi dalam program ini, akan baik sekali. Kalau lebih banyak yang sehat, peluang kita untuk menolong yang sakit akan lebih besar,” jelas pria yang pernah menjabat sebagai Sekretaris SKK Migas ini.

Gde menilai prinsip subsidi silang tersebut sangat tepat. Menurutnya, kontribusi masyarakat nampak masih perlu digenjot karena iuran yang masuk belum seimbang dengan dana yang digelontorkan BPJS Kesehatan untuk membiayai pelayanan kesehatan pesertanya yang membutuhkan.

“Kemampuan pemerintah terbatas, tidak mungkin ditanggung semua. Saat ini pemerintah telah menanggung sekitar 90 jutaan penduduk yang tidak mampu menjadi peserta JKN-KIS PBI. Saatnya kita yang sehat dan mampu secara finansial, turut saling membantu,” katanya.

Menurut Gde, anggapan BPJS Kesehatan sama dengan pelayanan kesehatan kelas bawah, tidaklah benar. Karena penjaminan pelayanan kesehatan yang diberikan tidak hanya diperuntukkan bagi masyarakat yang kurang mampu, melainkan bagi setiap penduduk Indonesia. Terlebih, standar kualitas pelayanan kepada peserta termasuk salah satu hal yang senantiasa diprioritaskan BPJS Kesehatan.
***

File :