Inovasi “SWA JKN” : Perluas Kepesertaan JKN-KIS dengan Menyejahterakan Warga

Penulis : Humas Dibaca : 266 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 07 Aug 2017 17:11:52

JAMBI (6/08/2017): Sesuai amanah Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011, seluruh penduduk Indonesia wajib memperoleh jaminan sosial. Luasnya wilayah Indonesia menjadi suatu tantangan dalam mewujudkan pemerataan kepesertaan program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang dikelola BPJS Kesehatan. Oleh karena itu, beragam inovasi pun diciptakan untuk mewujudkan universal health coverage. Salah satunya dilakukan oleh BPJS Kesehatan Kantor Cabang Jambi lewat program SWA JKN.

“Program SWA JKN bertujuan untuk menjaring masyarakat yang tinggal di wilayah terpencil di Jambi atau bahkan wilayah kota yang belum terdaftar sebagai peserta JKN-KIS. SWA JKN dapat menjadi alternatif solusi yang strategis bagi Pemerintah Daerah untuk mempecepat tercapainya cakupan semesta karena memiliki komposisi peserta yang massif, model pendanaan berkelanjutan, sehingga dapat diterapkan dan disesuaikan di masing-masing wilayah,” jelas Kepala Cabang Jambi Dyah Miranti.

Melalui program SWA JKN, BPJS Kesehatan membangun kerja sama dengan Pemerintah Kota Jambi Timur dan TNI untuk menjaring peserta JKN-KIS sekaligus memberdayakan masyarakat setempat. Konsepnya, masyarakat setempat yang belum menjadi peserta JKN-KIS dibekali dengan polibag cabai untuk ditanam dan dipelihara. Jika sudah tiba masa panen, masyarakat dapat menjualnya ke Koperasi Unit Desa (KUD) setempat. Uang hasil panen tersebut selanjutnya disetor ke rekening bank dan akan dipotong secara rutin untuk membayar iuran JKN-KIS setiap bulannya.

“Harapan kita dengan adanya SWA JKN gugus ketahanan pangan, seluruh masyarakat di Kecamatan Jambi Timur bisa menjadi peserta JKN-KIS dan kesejahteraannya meningkat, serta memperoleh coverage dari BPJS Kesehatan tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan sehingga masyarakat tidak terbebani dalam memperoleh pelayanan kesehatan,” kata Camat Jambi Timur Rahmad Sugiharto.

Di sisi lain, berdasarkan pemetaan master file kepesertaan JKN-KIS penduduk Provinsi Jambi, dimana 1,4 juta jiwa (47,3%) penduduk Jambi belum terdaftar dalam program JKN-KIS. Sebanyak 67% di antaranya tinggal di wilayah terpencil dengan keterbatasan akses geografis dan infrastruktur.

Mengakali hal tersebut, BPJS Kesehatan bersinergi dengan perangkat Desa Delima Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Tanjung Jabung Barat untuk membuat mekanisme “BPJS Kolektif”, dimana pengurusan pendaftaran kepesertaan JKN-KIS, pembayaran iuran, hingga penagihan iuran dikelola secara mandiri oleh aparat desa setempat. Hal ini pun menjadi solusi untuk mengatasi kesulitan membayar iuran, mengingat jarak tempuh ke titik pembayaran terdekat adalah 15 km, dengan kondisi lapangan yang cukup ekstrem.

“Kami senantiasa berupaya agar seluruh masyarakat di manapun mereka tinggal, dapat memperoleh haknya dalam jaminan pelayanan kesehatan serta dapat menunaikan kewajiban membayar iuran setiap bulan tanpa terkendala faktor geografis maupun infrastruktur. Ke depannya kami berharap program SWA JKN ini dapat diimplementasikan di wilayah lainnya,” tutup Dyah.


File :