Kader JKN sebagai Penggerak Partisipasi Masyarakat dalam Sukseskan Program JKN-KIS

Penulis : Humas Dibaca : 196 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 11 Aug 2017 15:42:16
Cikarang (10 Agustus 2017): Sebagai upaya menuju Cakupan Semesta atau Universal Health Coverage program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) pada 01 Januari 2019, merupakan sebuah tantangan besar. Salah satu tantangan besar yang dihadapi oleh BPJS Kesehatan yaitu pada pengelolaan kelompok peserta dari sektor informal. Untuk itu, sejak Oktober 2016 ini, BPJS Kesehatan membuka Program Kader JKN-KIS yang diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan jumlah kepesertaan dan meningkatkan kolektabilitas iuran BPJS Kesehatan bagi segmen peserta informal atau Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU)

“Kita harus pahami, karakteristik latar belakang peserta dari sektor pekerja informal yang unik dan beragam dengan jumlah populasi yang cukup besar, yang tersebar di berbagai daerah terpencil  di Indonesia. Kondisinya saat ini, partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan dalam mendukung suksesnya Program JKN-KIS, maka BPJS Kesehatan menghadirkan mekanisme baru dalam hal ini pemberdayaan masyarakat dengan tujuan untuk memperluas kepesertaan dan menemukan metode kolekting yang tepat bagi beragam karakter masyarakat,” jelas Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris saat mengunjungi salah satu Kader JKN di Desa Jayamulya Kecamatan Serang Baru Cikarang (10/08).

Kader JKN tambah Fachmi Idris, juga wujud partisipasi masyarakat dalam mensukseskan Program JKN-KIS dan diharapkan akan mengoptimalkan sosialisasi, edukasi, serta sebagai pengingat dan pengumpul iuran, dan pendamping layanan. Kader JKN-KIS merupakan orang yang memiliki kapasitas sesuai dengan kriteria dan direkrut oleh BPJS Kesehatan untuk melakukan fungsi tertentu yaitu fungsi sosialisasi (pemasaran sosial), perekrutan peserta, pengingat dan pengumpulan iuran.

Pemasaran sosial dengan tujuan untuk mengubah perilaku masyarakat untuk mendaftar menjadi peserta PBPU dan membayar iuran secara rutin. Secara berkala, peserta dan calon peserta PBPU akan diberi edukasi melalui kunjungan oleh Kader JKN-KIS agar tertib dalam melaksanakan kewajiban membayar iuran serta memahami pentingnya memiliki jaminan kesehatan.  Lalu, sebagai pengingat dan pengumpul iuran, baik kepada  peserta PBPU yang aktif maupun menunggak.  Apabila status Kader JKN-KIS adalah sebagai agen PPOB, maka Kader JKN-KIS dapat menjadi pengumpul iuran (syarat dan ketentuan berlaku), sehingga apabila peserta ingin melakukan pembayaran iuran dapat langsung melalui Kader JKN-KIS tersebut. Dan sebagai Pemberi Informasi dan menerima keluhan pelanggan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat desa serta memastikan program JKN menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat.

File :