Dulu Dipandang Sebelah Mata, Kini Puskesmas Jadi Pilihan Favorit

Penulis : Humas Dibaca : 273 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 14 Sep 2017 14:18:09
SURABAYA (13/09/2017): Dalam rangka meningkatkan kualitas implementasi program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) secara jangka panjang, sejumlah pakar dan akademisi berkumpul pada acara The 4th InaHEA Annual Scientific Meeting and International Seminar di Surabaya untuk membahas hasil kajian dan penelitian yang telah dilakukan. Terdapat empat kelompok besar topik utama yang menjadi pembahasan dalam pertemuan tersebut, yaitu mengenai sustainibilitas keuangan, kesiapan supply-side, kepesertaan, dan penguatan sistem kesehatan.

“Kontribusi peneliti terhadap sustainabilitas program JKN-KIS sangatlah besar. Berbagai temuan, kajian, dan hasil penelitian tersebut nantinya dapat digunakan untuk menjadi evaluasi berbagai pihak dalam penyelenggaraan program JKN-KIS, serta dapat membantu menentukan arah kebijakan ke depan,” kata Direktur Kepatuhan, Hukum, dan Hubungan Antar Lembaga Bayu Wahyudi dalam acara InaHEA tersebut yang bertema The 4th Year Implementation of National Health Insurance in Indonesia.

Menurut Bayu, hasil riset yang dilakukan para peneliti dan akademisi tersebut secara signifikan telah membantu mendorong kesejahteraan rakyat Indonesia. Tak hanya itu, kondisi pelayanan di fasilitas kesehatan seperti Puskesmas pun turut membaik.

“Ada banyak perubahan positif yang terjadi dengan hadirnya JKN-KIS di tengah-tengah kita. Perkembangan fasilitas kesehatan swasta meningkat, lalu kualitas pelayanan di Puskesmas juga turut meningkat. Dulu Puskesmas dipandang sebelah mata karena seringkali diidentikkan dengan tempat berobat untuk masyarakat kurang mampu, kini stereotip tersebut perlahan memudar karena baik pelayanan maupun sarana prasarana di Puskesmas sudah membaik. Atas perbaikan kondisi tersebut, Puskesmas pun menjadi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang paling banyak dipilih oleh peserta JKN-KIS,” jelas Bayu.

Dalam kesempatan tersebut, Bayu juga berharap BPJS Kesehatan dapat didukung oleh para pakar dan akademisi untuk mengubah pola pikir masyarakat agar mendaftar sebagai peserta JKN-KIS selagi masih sehat. Diharapkan ke depannya, seluruh masyarakat dapat teredukasi dan tersosialisasi dengan baik mengenai pentingnya memiliki perlindungan jaminan kesehatan dengan terdaftar sebagai peserta JKN-KIS sedini mungkin.
*

File :