Kalau Sanggup Bayar Sendiri, Kenapa Tunggu Bantuan Pemerintah?

Penulis : Humas Dibaca : 605 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 09 Oct 2017 11:19:28
Asril Hidayat (44), warga Kecamatan Datuk Bandar yang berprofesi sebagai tukang becak ini, mengaku pada awalnya belum paham betul apa itu jaminan kesehatan. Saat ia mulai mangkal di depan kantor BPJS Kesehatan, perlahan ia pun mulai mengenal program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Suatu hari, ia melihat beberapa teman-temannya memperoleh KIS PBI. Asril sempat heran lantaran dirinya tidak menerima KIS PBI tersebut, namun ia segera menyadari sesuatu.

“Saat itu saya berpikir, oh mungkin karena saya masih termasuk mampu, jadi nggak masuk tanggungan pemerintah. Kalau masih sanggup bayar sendiri, kenapa harus menunggu bantuan pemerintah? Akhirnya saya daftarkan satu keluarga jadi peserta JKN-KIS mandiri,” katanya saat diwawancarai.

Karena sering bergaul dengan petugas BPJS Kesehatan dan peserta JKN-KIS yang berkunjung di kantor tersebut, dari hari ke hari Asril mendapat berbagai informasi seputar JKN-KIS. Ia pun tak segan menularkan pengetahuannya kepada rekan-rekan seprofesinya. Bahkan, kini Asril menjadi tempat konsultasi para tukang becak sekitar yang penasaran dengan JKN-KIS.

“Yang sering saya infokan ke mereka, daftar di Kantor BPJS Kesehatan itu prosesnya mudah, nggak sampai 10 menit asal bawa syarat yang lengkap. Jangan daftar waktu sakit, karena ada jeda 14 hari sampai kartunya aktif. Makanya saya sering ajak teman-teman saya untuk daftar selagi masih sehat, Kita kan nggak tahu kapan bisa sakit, apalagi pekerjaan kita mengandalkan fisik. Ya buat jaga-jaga lah, selalu sedia payung sebelum hujan,” ungkapnya sambil tertawa.                        


File :