BPJS Kesehatan Dukung LK2PK Edukasi Masyarakat Soal Pola Hidup Sehat

Penulis : Humas Dibaca : 408 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 06 Nov 2017 09:01:29
JAKARTA (05/11/2017) : Sebagai penyelenggara program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang hampir genap empat tahun beroperasi, BPJS Kesehatan senantiasa mengedukasi dan menggerakkan masyarakat untuk menjaga kesehatan melalui beragam kegiatan promotif preventif. Kehadiran Lembaga Kajian dan Konsultasi Pembangunan Kesehatan (LK2PK) pun disambut baik oleh BPJS Kesehatan. Pasalnya, lembaga tersebut memiliki misi yang sama dengan BPJS Kesehatan, yakni mendorong masyarakat menerapkan gaya hidup sehari-hari.

“Konsep yang diusung LK2PK sejalan dengan implementasi program promotif preventif yang selalu digalakkan BPJS Kesehatan untuk menekan jumlah penderita penyakit katastropik di Indonesa. Untuk itu, kami berharap LK2PK dapat turut mengoptimalkan pelaksanaan JKN-KIS, serta membimbing perilaku masyarakat untuk berubah ke arah yang lebih sehat,” kata Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris usai mengikuti senam sehat dalam kegiatan Grand Launching LK2PK di Taman Ayodya, Jakarta Selatan. Hadir pula dalam acara tersebut, Kepala Badan Pengembangan dan Pemberdayaan SDM Kesehatan Kementerian Kesehatan Usman Sumantri, serta Anggota DPR RI Komisi IX Okky Asokawati.

Adapun layanan yang disediakan oleh LK2PK antara lain layanan manajemen bencana, kampanye kesehatan, pemberdayaan masyarakat dalam hal kesehatan, penanganan pengaduan masyarakat soal kesehatan, serta melakukan penelitian dan pengkajian hal-hal terkait kesehatan. LK2PK juga siap memberikan bantuan hukum bagi masyarakat untuk memperoleh jaminan perawatan kesehatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, Fachmi menjelaskan bahwa penyakit katastropik cenderung muncul akibat faktor kebiasaan perilaku hidup tidak sehat, seperti merokok, makanan tidak sehat, kurang olahraga, dan sebagainya. Jika dibiarkan, hal ini dapat membawa dampat serius terhadap kualitas kesehatan penduduk Indonesia maupun keberlangsungan program JKN-KIS.

Menurutnya, hingga semester I tahun 2017, biaya yang dihabiskan untuk penyakit katastropik telah mencapai Rp 12,7 triliun atau 24,81% dari total biaya rumah sakit. Oleh karena itu, BPJS Kesehatan juga fokus untuk menjaga masyarakat yang sehat tetap sehat melalui berbagai program promotif preventif yang dilaksanakan. Sementara bagi masyarakat yang berisiko menderita penyakit katastropik seperti diabetes melitus dan hipertensi, dapat mengelola risiko tersebut melalui Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) yang juga merupakan bagian dari upaya promotif preventif BPJS Kesehatan.

“Berbagai penyakit katastropik tersebut sangat bisa dicegah melalui penerapan pola hidup sehat. Kesehatan menjadi salah satu pilar yang menentukan kemajuan suatu bangsa, sebab kesehatan mempengaruhi produktivitas penduduknya. Ke depannya kami berharap kesadaran masyarakat untuk membudayakan pola hidup sehat dapat meningkat dari waktu ke waktu,” ujar Fachmi.

Hingga 1 November 2017, jumlah peserta JKN-KIS telah mencapai 184.486.348 jiwa. Dalam memberikan pelayanan kesehatan, BPJS Kesehatan telah bekerja sama dengan 21.384 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang terdiri atas 9.842 Puskesmas, 4.709 Dokter Praktik Perorangan, 5.642 Klinik Pratama, 14 RS Kelas D Pratama, serta 1.177 Dokter Gigi. Sementara di tingkat rujukan, BPJS Kesehatan telah bermitra dengan 5.642 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) yang terdiri atas 2.258 Rumah Sakit dan Klinik Utama, 2.370 Apotek, dan 1.014 Optik.

File :