Beramal dan Menabung Kesehatan dengan JKN-KIS

Penulis : Humas Dibaca : 602 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 08 Apr 2018 00:00:00
Bandar Lampung (08/04/2018) - Manfaat menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) sudah sangat dirasakan oleh masyarakat, tidak terkecuali Ahmad Asrar. Pria asal Kabupaten Lombok Timur telah 6 tahun mencari rezeki di Lampung sebagai seorang pedagang gulali. Meski telah lama menjadi peserta JKN-KIS, namun pria tersebut tidak pernah menggunakan haknya sebagai peserta JKN-KIS tersebut.

Peserta JKN-KIS kelas 3 ini biasa menjual gulalinya di sekitar sekolah dasar di daerah Enggal, namun kali ini Asrar datang dan mengais rezeki di acara Car Free Day Kota Bandar Lampung, Minggu (25/03). Seperti biasa, di saat yang sama BPJS Kesehatan Cabang Bandar Lampung juga membuka standbooth BPJS Kesehatan.

Tidak mau melewati kesempatan itu, Asrar mendatangi standbooth BPJS Kesehatan dan bercerita kepada petugas BPJS Kesehatan bahwa dirinya ingin pulang kampung dan khawatir tidak bisa membayar iuran di kampungnya.

&ldquo Alhamdulillah bapak (red-Asrar) belum sama sekali menggunakan JKN-KIS, tapi bapak mau beramal lewat program pemerintah, karena tetangga bapak banyak yang sudah tua dan sakit-sakitan dan hampir semua mereka yang berobat tidak membayar sama sekali dengan kartu KIS, asal ngikutin prosedur. Jadi bapak gak mau telat bayar, JKN-KIS memang sangat membantu warga yang tidak punya penghasilan tetap seperti bapak, bapak akan terus dukung program pemerintah ini,” ungkap Asrar kepada petugas BPJS Kesehatan.

Kini BPJS Kesehatan telah bekerja sama dengan beberapa mitra pembayaran untuk meningkatkan pelayanan terhadap Peserta JKN-KIS dalam membayar iuran. Beberapa mitra pembayaran yang telah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan adalah Bank (Mandiri, BRI, BNI, BCA dan BTN), Alfamart, Indomart, Kantor Pos dan PPOB. Peserta JKN-KIS dapat membayar iuran lebih dari satu bulan ke depan sesuai dengan keinginannya.

Kesadaran membayar iuran JKN-KIS yang dimiliki seorang pedagang gulali tersebut, merupakan contoh baik masyarakat yang sadar akan pentingnya jaminan kesehatan dan keberlangsungan program JKN-KIS. Program JKN-KIS ini berlandaskan prinsip gotong-royong, dimana iuran dari peserta yang sehat membantu peserta yang sakit, yang mampu membantu yang tidak mampu. Prinsip gotong royong ini hanya dapat terwujud apabila seluruh masyarakat bersinergi untuk menjadi peserta JKN-KIS, sehingga program JKN-KIS ini dapat berjalan dengan baik. (FR/md)

File :