Beruntungnya Saya Menjadi Peserta JKN-KIS

Penulis : Humas Dibaca : 859 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 02 Jan 2019 14:11:39

Bandung (02/01/2019) – Jangankan sakit berat dan kronis, impaksi gigi bungsu pun sudah sangat mengganggu aktivitas. Impaksi gigi atau gigi terpendam merupakan kondisi gigi yang terjebak di dalam gusi. Umumnya, impaksi gigi terjadi pada gigi geraham bungsu orang dewasa. Hal tersebut dialami oleh Gilang Kharisma (28), salah satu peserta JKN-KIS dari segmen Peserta Penerima Upah (PPU) PNS di Kejaksaan Negeri Bandung.

 

Awalnya Gilang merasa terganggu karena nyeri di bagian gigi gerahamnya. Setelah dilakukan pemeriksaan ke dokter gigi, Gilang disarankan untuk segera operasi karena adanya impaksi.

“Saya sempat kontrol ke dokter  gigi karena sudah sangat mengganggu sekali. Kata dokter harus operasi, karena impaksi yang menyebabkan nyeri di sekitar geraham. Saya tidak menyangka, tumbuh gigi bungsu aja ternyata bisa jadi masalah ya," ujar Gilang, Senin (31/12).

 

Akhirnya Gilang dirujuk ke RS Khusus Gigi dan Mulut di Kota Bandung untuk mendapatkan tindakan operasi.

“Alhamdulillah, semua berjalan lancar. Sempat dirawat inap di rumah sakit, dan ini pertama kali saya memanfaatkan kartu JKN-KIS, dan semua biayanya ditanggung. Tidak hanya itu, bahkan pasca operasi sewaktu harus  kontrol bolak-balik ke rumah sakit  pun,  tidak ada biaya yang harus saya keluarkan. Beruntung sekali saya sudah menjadi peserta JKN-KIS," ujarnya.

 

Ketika ditanya tentang pelayanan yang ia terima saat menjalani pengobatan, Gilang menceritakan pengalamannya. "Pelayanan kesehatan yang saya terima sudah sangat bagus, saya puas," ujar Gilang.

 

Gilang juga merasa beruntung sekali menjadi peserta JKN-KIS. "Itulah pentingnya menjadi peserta JKN-KIS, karena tidak hanya berguna saat kita sakit parah. Karena gigi bungsu impaksi saja, bisa jadi masalah kalau tidak memiliki JKN-KIS. Makanya saya bersyukur sekali sudah didaftarkan instansi tempat saya bekerja menjadi peserta JKN-KIS. Kalau belum  jadi peserta, berapa biaya yang harus saya keluarkan untuk operasi gigi ini, pasti biayanya besar. Bisa saya bayangkan juga peserta lain yang menderita penyakit kronis, pasti sangat terbantu sekali dengan menjadi peserta JKN-KIS ini"  jelas Gilang.

 

Gilang menuturkan bahwa dirinya sendiri memang baru pertama kali memanfaatkan pelayanan JKN-KIS.  Namun sebelumnya, istri Gilang juga pernah melakukan persalinan menggunakan JKN-KIS.

“Istri saya juga waktu bersalin pakai BPJS Kesehatan mba, Alhamdulillah lancar juga. Lahiran normal dan biayanya ditanggung JKN-KIS,"  tutupnya. (BS/rm)

 



File :