Lawan Kanker Perut dengan JKN-KIS

Penulis : Humas Dibaca : 905 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 09 Jan 2019 09:10:02

Pekalongan (09/01/2019) – Kanker adalah penyakit katastropik kedua tertinggi di Indonesia dengan jumlah kasus per tahun sebesar 1,3 juta kasus. Dengan hadirnya Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), sudah ribuan penderita kanker terbantu. Salah satunya adalah Wahyudi, seorang peserta JKN-KIS yang menderita kanker perut sejak Mei 2018.

 

Warga Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan ini awalnya cukup shock ketika divonis menderita kanker tumor perut. Namun berkat dukungan dari keluarga dan Program JKN-KIS, Wahyudi menjalankan operasi pengangkatan kankernya pada 31 Juli 2018 dan berjalan sukses.

 

“Alhamdulillah operasi berjalan lancar. Tidak ada kendala berarti. Saya dan keluarga benar-benar beruntung sudah menjadi peserta JKN-KIS. Jika belum, entah dari mana biaya untuk membayar operasi kanker saya ini,” ujar Wahyudi.

 

Bapak tiga anak ini sekarang menjalankan program kemoterapi sebanyak tujuh kali dan rutin melakukan kontrol di RSUD Kraton. Wahyudi bersyukur karena Program JKN-KIS bisa meringankan penyakit kanker tumornya, mengingat mata pencahariannya adalah buruh serabutan. Uang untuk makan sehari-hari saja harus sangat diperhitungkan. Wahyudi pun mengaku tidak dapat membayangkan bagaimana nasibnya jika belum menjadi peserta JKN-KIS.

 

“Selama pengobatan tidak ada biaya sama sekali. Pelayanan di rumah sakit juga terbilang sangat baik, dokternya sigap melayani pasien. Tidak dibeda-bedakan juga, mana yang pasien umum dan mana yang pasien JKN-KIS. Semuanya dilayani dengan ramah dan cepat. Program ini sudah membantu hidup saya dan keluarga saya,” ungkap Wahyudi.

 

Wahyudi pun mengajak masyarakat Pekalongan agar selalu mengutamakan pola hidup sehat. Ia berpesan, mencegah lebih baik daripada mengobati. Dengan menjaga kesehatan, setidaknya bisa membantu pemerintah dan BPJS Kesehatan dalam menghemat anggaran kesehatan.

 

Berbagai jenis penyakit katastropik di Indonesia terjadi akibat gaya hidup tidak sehat.Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan, penyakit jantung menempati urutan tertinggi sebagai penyakit katastropik berbiaya tertinggi, sementara kanker dan stroke menduduki urutan kedua dan ketiga. Padahal penyakit-penyakit tersebut bisa dicegah dengan cara sederhana, seperti mengonsumsi makanan seimbang, membiasakan berolahraga, serta istirahat yang cukup.


File :