Ibu Kalsom, Lawan Asam Urat dengan JKN-KIS

Penulis : Humas Dibaca : 444 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 22 Jan 2019 08:41:38

Manokwari (22/01/2019) – Kalsom (37) seorang ibu rumah tangga yang telah menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dari segmen Peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) merasa sangat terbantu dengan adanya program JKN-KIS ini. Kalsom bercerita pada awal mulanya ia merasakan nyeri dan tiba-tiba mengalami pembengkakkan di telapak kakinya. Tidak menunggu lama ia kemudian memeriksakan kakinya dengan menggunakan Kartu JKN-KIS.

 

“Saya datang ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang tertera di kartu KIS, kemudian menunjukkan kartu tersebut kepada perawat,” ujar ibu yang mempunyai dua anak ini.

 

Kemudian, Kalsom diminta untuk memberitahu keluhan yang dirasakan pada perawat sembari menunggu giliran untuk dipanggil ke ruangan dokter. Setelah diperiksa dokter, Kalsom didiagnosa menderita penyakit asam urat.

 

Asam urat adalah penyakit yang terjadi akibat mengkomsumsi zat purin secara berlebihan, purin merupakan zat yang terdapat dalam setiap bahan makanan yang berasal dari tubuh makhluk hidup. Gejala asam urat yang umum terjadi diantaranya merasakan nyeri pada sendi, pembengkakkan pada sendi, dan kemerahan pada kulit di sekitar area sendi.

 

“Setelah pemeriksaan selesai, saya diberi resep dan mendapatkan obat. Saya juga diinformasikan aturan mengkomsumsi obat tersebut dengan sangat jelas. Satu hal lagi, tidak ada biaya yang saya keluarkan selama pengobatan," ucap Kalsom.

 

Kalsom menambahkan pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan sudah cukup baik, dokter dan perawat sangat ramah dan berempati kepada peserta JKN-KIS.

 

 “Saya merasa nyaman saat berobat di Balai Pengobatan. Dokter dan perawatnya sangat ramah kepada kami peserta JKN-KIS dan tidak membeda-bedakan dengan pasien umum. Kartu KIS ini juga bisa digunakan setiap saat dan kapan saja ketika kita benar-benar memerlukan pengobatan selama kartu kita aktif karena membayar iuran tepat waktu,” ujar Kalsom.

 

Mengakhiri pembicaraan, Kalsom mengucapkan terimakasih kepada BPJS Kesehatan dan berharap Program JKN-KIS terus berkelanjutan.

 

“Masyarakat jangan ragu untuk segera mendaftar, dan jangan menunggu sakit kemudian baru mendaftar. Dengan menjadi peserta JKN-KIS kita akan tenang karena sudah terlindungi jaminan kesehatan untuk kita dan keluarga ketika sewaktu-waktu sakit. Benar-benar kartu ini sangat membantu, terutama bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah seperti saya,” tutup Kalsom. (TR/tj)



File :