Manfaat Dan Pelayanan JKN-KIS Tanpa Diskriminasi, Dirasakan Nyata Oleh Nora

Penulis : Humas Dibaca : 158 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 12 Mar 2019 00:00:00

Wamena (12/03/2019) - Appendicitis atau yang biasa disebut penyakit usus buntu adalah suatu penyakit yang timbul karena adanya peradangan yang disebabkan oleh penyumbatan pada usus. Bila sumbatan tersebut pecah maka radang usus buntu dapat membahayakan nyawa. Selain karena penyumbatan, usus buntu juga dapat disebabkan oleh faktor genetik, infeksi virus dan makanan yang rendah serat.

 

Nora Weya, seorang wanita paruh baya peserta JKN-KIS dari segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) Pegawai Negeri Sipil (PNS) sedang menahan nyeri pada perutnya saat tim Jamkesnews.com menemuinya di Rumah Sakit Wamena. Nyeri tersebut disebabkan oleh bekas operasi usus buntu yang baru saja dijalaninya beberapa hari yang lalu.

 

Nora bercerita, awal ia merasakan sakit tersebut sejak september 2018 silam. Saat itu ia merasakan nyeri yang melilit pada perutnya hingga membuatnya demam. Karena tidak tahan dengan nyeri yang dirasakannya, Nora kemudian dilarikan ke Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit dan mendapatkan perawatan  selama 2 hari. Ia diperbolehkan pulang saat kondisinya kembali membaik. Pada bulan Februari 2019 ia kembali merasakan nyeri yang hebat dan setelah diperiksa ternyata usus buntunya bertambah parah sehingga dokter yang memeriksa menyarankan untuk segera dilakukan tindakan operasi.

 

“Saya masuk rumah sakit kurang lebih 2 minggu yang lalu, dirawat beberapa hari dulu lalu dioperasi. Dokter bilang usus buntu saya sudah pecah dan terjadi infeksi hingga harus segera dioperasi. Sekarang setelah operasi dan dirawat kondisinya berangsur-angsur membaik, tinggal penyembuhan untuk luka bekas operasinya,” terang Nora.

 

Ia menuturkan, selama menjalani operasi dan perawatan, seluruh biaya  sepenuhnya ditanggung oleh Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

 

Sebagai warga asli Papua, Nora sadar betul akan kewajibannya sebagai rakyat Indonesia yang baik untuk turut mendukung program pemerintah dengan cara mendaftarkan dirinya menjadi peserta progran JKN-KIS. Dan lebih dari itu, manfaat program JKN-KIS memang sangat diperlukan bagi masyarakat karena kita tidak tahu kapan akan sakit. Jadi wajar sekali jika pemerintah mewajibkan seluruh masyarakat Indonesia menjadi peserta JKN-KIS, tujuannya tidak lain untuk memberikan perlindungan dan jaminan pelayanan kesehatan kepada seluruh penduduk Indonesia. Ia menambahkan program JKN-KIS yang menjalani prinsip gotong royong ini juga sangat bagus karena manfaatnya nyata dirasakan oleh masyarakat, dan tidak ada perbedaan dalam pemberian layanannya dengan peserta jaminan kesehatan lain. .

 

“Terimakasih Program JKN-KIS, selama dirawat di rumah sakit saya mendapatkan pelayanan yang baik dan tidak dibeda-bedakan dengan peserta dari jaminan kesehatan lainnya. Saya juga mengucapkan terimakasih untuk seluruh peserta JKN-KIS yang sehat dan rajin membayar iuran yang artinya telah bergotong royong membantu biaya pengobatan saya. Harapan saya seluruh rakyat Indonesia sadar untuk segera mendaftar menjadi peserta JKN-KIS karena manfaatnya yang benar-benar nyata,” ucapnya.l

 

Gotong Royong yang menjadi budaya di Indonesia tidak terlepas dari  dukungan seluruh rakyat Indonesia. Demikian juga halnya dengan gotong royong yang menjadi prinsip program JKN-KIS, peserta yang sehat dapat menyelamatkan peserta yang sakit. (TR/aa)


File :