JKN-KIS, Jaminan Kesehatan Dengan Manfaat Luar Biasa

Penulis : Humas Dibaca : 428 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 13 Mar 2019 16:24:58

Pontianak (13/03/2019) –  Namora Siregar (76), seorang Ibu, nenek dan isteri yang sangat luar biasa. Di usianya yang sudah terbilang sudah lanjut ia tetap setia dan sabar merawat sang suami tercinta yang terbaring tak berdaya di Rumah Sakit Sultan Syarif Muhammad Alkadrie Pontianak.

 

Saat ditemui oleh Tim Jamkesnews Selasa (26/02), dengan wajah tegar Namora  menceritakan  kisahnya merawat sang suami, yang telah sakit sejak tahun 2009. Massufri (77) suaminya  menderita penyakit parkinson, dan sampai saat ini secara perlahan penyakit ini terus membuat tubuh suaminya semakin tak berdaya, bahkan makan pun harus melalui selang.

 

Parkinson merupakan penyakit saraf yang memburuk secara bertahap dan mempengaruhi bagian otak yang berfungsi mengkoordinasikan gerakan tubuh. Akibatnya penderita kesulitan untuk mengatur gerakan tubuhnya, termasuk berbicara, berjalan, maupun menulis.

 

“Tahun 2009 silam suami saya mengalami gejala awal, yaitu tangannya mengalami getaran yang terjadi secara tidak sadar (tremor). Lambat laun keaadaan ini semakin memburuk dan kemampuan motoriknya semakin menurun. Menurut dokter sejauh ini tidak ada obat yang dapat menyembuhkan penderita Parkinson, namun dokter memberikan obat yang dapat membantu mengurangi gejala yang diakibatkan oleh penyakit ini,” tutur Namora.

 

Tidak hanya sampai di situ, kondisi kesehatan suami Namora pun kini semakin menurun, Parkinson membuat fungsi organ lain terganggu. Massufri saat ini dirawat karena mengalami infeksi pada paru-paru serta pembengkakan jantung. Namun kondisi  ini  sama sekali tak membuat Namora patah semangat, senyum ketulusan  terpancar dari wajahnya saat menceritakannya kepada Tim Jamkesnews.

 

 “Apa yang membuat saya tetap tegar saat ini? Tidak lain ya karena kartu ini (sembari menunjukan kartu identitas kepesertaan program JKN-KIS miliknya). Bapak pensiunan PNS sehingga sejak dulu kami sudah menjadi peserta Askes, atau yang sekarang disebut JKN-KIS. Selama berobat, sama sekali saya tidak pernah mengalami kendala dalam mendapatkan pelayanan. Entahlah berapa banyak biaya yang harus saya keluarkan jika tidak mendapat fasilitas Jaminan Kesehatan dari Program JKN-KIS. Sudah berkali-kali sejak dulu kami bolak-balik rumah sakit, bahkan saat ini suami saya membutuhkan makanan khusus yang disarankan oleh dokter dan ahli gizi, belum lagi oksigen yang setiap saat harus digunakan. Semua ditanggung program JKN-KIS, tidak ada biaya yang saya keluarkan selama merawat suami disini. Program JKN-KIS memang benar-benar komprehensif pelayanannya dan manfaatnya luar biasa,” tutur Namora.

 

Namora sangat kagum dengan pekerjaan besar yang dititipkan oleh Pemerintah kepada BPJS Kesehatan, bukan sebuah pekerjaan mudah menurutnya mengelola pembiayaan Jaminan Kesehatan bagi ratusan juta penduduk Indonesia. Apalagi saat ini ia mendengar banyak masyarakat yang menunggak iuran.

 

 “Tak terhitung lagi berapa jiwa dan berapa rupiah yang sudah dijamin Program JKN-KIS untuk menyelamatkan nyawa saudara-saudara kita di seluruh pelosok tanah air. Oleh karena itu mari bersama kita saling bergotong-royong untuk Program JKN-KIS, jangan merasa rugi jika telah membayar iuran namun tidak menggunakan pelayanan kesehatan, sebaliknya kita harus bersyukur karena diberikan kesehatan sekaligus menuai pahala karena iuran kita dapat membantu saudara-saudara lain para peserta JKN-KIS yang sedang sakit dan memerlukan biaya pengobatan.


File :