JKN-KIS, Mudah dan Tidak Repot

Penulis : Humas Dibaca : 3136 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 22 Mar 2019 09:13:46

Makassar (22/03/2019) - Suka. Itulah kata yang menjadi pembuka perbincangan Ros Angriani saat tim Jamkesnews meminta pendapatnya tentang program JKN-KIS, Selasa (12/03). Ros sapaan akrab ibu satu anak ini mengungkapkan bahwa dirinya telah terdaftar menjadi peserta JKN-KIS sejak tahun 2014.

 

Ros dan keluarga sudah terdaftar menjadi peserta sejak awal mula hadirnya BPJS Kesehatan, tetapi Ros baru pertama kali memanfaatkan kartu KIS-nya di bulan Februari tahun 2019. Ia terkena penyakit stroke dan hipertensi yang mengharuskannya dirawat selama seminggu di salah satu rumah sakit swasta di Makasar.

 

“Selama dirawat di rumah sakit tidak ada sepeserpun biaya yang saya keluarkan, yang penting ikuti saja alur dan prosedurnya, mudah dan tidak repot kok. Pelayanan yang saya dapatkan pun sesuai dengan hak kelas dan bagus. sama sekali tidak repot dan tidak ada perbedaan yang saya rasakan. Tidak sia-sia rasanya sudah terdaftar menjadi peserta JKN-KIS, malah sebaliknya program ini memiliki manfaat yang luar biasa sehingga rugi sekali jika tidak segera menjadi pesertanya," kata Ros.

 

Wanita yang sudah berusia senja ini juga tidak ingin lalai membayar iurannya, ia selalu mengingatkan anaknya untuk membayar iuran tepat waktu setiap bulan.

 

“Dari sejak pertama kali daftar menjadi peserta JKN-KIS, selain sebagai perlindungan jaminan kesehatan bagi saya dan anak saya, saya juga memang berniat  ingin membantu peserta lain dari iuran yang saya bayarkan, dengan harapan saya selalu sehat. Kan lebih baik sehat meskipun harus terus bayar iuran. Namun sakit memang  tidak bisa diduga datangnya, sehingga memang penting sekali menjadi peserta JKN-KIS. Saya sangat suka dengan program JKN-KIS ini karena banyak membantu masyarakat termasuk saya sendiri yang telah merasakan, Alhamdulillah,” cerita Ros.

 

Ros sendiri tidak pernah menyangka bahwa dirinya akan terkena stroke. Walaupun sedih dengan penyakit yang dideritanya, tapi Ros harus tetap tegar dan bersemangat dengan kondisinya saat ini.

 

"Walaupun saya sakit tetapi alhamdulillah harus tetap bersyukur karena ada JKN-KIS yang membantu biaya pengobatannya. Bayangkan kalau saya bukan peserta JKN-KIS, sudah sakit kemudian masih harus memikirkan biaya pengobatannya yang mahal. Memang terbukti JKN-KIS ini sangat bermanfaat, tidak hanya biaya pengobatan yang dijamin tetapi biaya kontrol rutin yang harus saya jalani pun dijamin sepenuhnya oleh JKN-KIS," tutur Ros lega.

 

Berdasarkan laporan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) tahun 2014 menunjukkan bahwa stroke naik dari peringkat keempat menjadi penyakit penyebab kematian nomor satu di Indonesia. Maka dari itu, penting untuk bisa mendapatkan pertolongan medis yang tepat sebelum terlambat, dan tentu saja menjadi peserta JKN-KIS agar memiliki perlindungan jaminan kesehatan yang perlu dimiliki oleh seluruh masyarakat Indonesia. (WR)



File :