Pokoknya Program JKN-KIS Itu Is the Best

Penulis : Humas Dibaca : 881 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 24 Mar 2019 00:00:00

Bima (24/03/2019) – Pepatah mengatakan harga kesehatan itu tergantung bagaimana kita menjaganya. Semakin kita melupakannya, semakin mahal pula harganya, karena kesehatan adalah aset yang tidak ternilai harganya. Investasi kesehatan tidak akan membuat kita bangkrut, tapi banyak orang bangkrut karena mengabaikan kesehatan. Beranjak dari hal itulah negara hadir untuk memberikan investasi kesehatan dalam bentuk program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) kepada warga Indonesia  sebagai kebutuhan dasar kesehatan.

 

Fitria Ardianti (26) adalah salah seorang peserta JKN-KIS yang sudah merasakan bagaimana manfaat investasi kesehatan. Walapun tidak merasakan secara langsung, namun Fitria melihat sendiri bagaimana salah satu anggota keluarganya yaitu ibu kandungnya mendapatkan manfaat program JKN-KIS.

 

Pada tahun 2016, Rohana, Ibu dari Fitria menderita komplikasi hipertensi, diabetes dan asam urat. Wanita yang bekerja sebagai Guru SD dan saat ini sudah memasuki usia 50 tahun itu hanya bisa terbaring lemas dan tidak bisa melakukan aktifitas seperti biasanya.

 

“Waktu itu mama sempat dirawat di rumah, dan dipasang 2 botol infus. Mulanya sudah sedikit membaik, tapi beberapa hari kemudian kondisi mama malah memburuk, jadi saya bawa beliau ke Puskesmas Sape. Oleh pihak Puskesmas Sape mama dirujuk ke RS dr. Agung Kota Bima, jadilah malam harinya saya boyong mama kesana,” ujar Fitria yang juga berprofesi sebagai bidan ini.

 

Selama 10 hari Rohana dirawat di rumah sakit, Fitria mengaku tidak mendapatkan kendala apapun. Semuanya berjalan lancar dan seluruh biaya pengobatannya dijamin oleh program JKN-KIS sehingga Fitria tidak pusing memikirkan biaya berobat yang mahal.

 

“Waktu itu saya sempat lihat berapa biaya pengobatan mama selama rawat inap, nilanya mencapai 10 juta rupiah. Syukur Alhamdulillah seandainya tidak ada program JKN-KIS ini, saya sudah pusing tujuh keliling mencari biaya pengobatan mama. Saya tahu karena saya juga berlatar belakang kesehatan, jadi memang tidak ada biaya pengobatan yang murah,” kenang Fitria.

 

Saat ini Rohana sudah bisa menjalankan aktifitas seperti biasa sebagai seorang guru SD, namun karena faktor usia, beliau masih tetap rutin melakukan kontrol kesehatan, terutama menjaga pola makan dan gaya hidup. Sebagai seorang anak, Fitria juga tetap ikut mengawasi kesehatan sang Ibunda.

 

“Saya menyadari bagaimana pentingnya investasi kesehatan dalam hidup kita. Syukur saat ini sudah ada program JKN-KIS sehingga benar-benar sangat membantu masyarakat yang ingin berobat tanpa terkendala masalah biaya. Selain itu iuran yang dibayarkan juga sangat terjangkau, tidak sebanding dengan manfaat yang kita dapatkan. Pokoknya JKN-KIS itu is the best lah,” tutup Fitria. (ay/ad)



File :