Puas Dengan Pelayanannya, Henny Joenso Akui JKN-KIS Semakin Berkualitas

Penulis : Humas Dibaca : 235 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 25 Mar 2019 07:57:17

Merauke (25/03/2019) – Cristine Henny Joenso (34) adalah Peserta JKN-KIS dari segmen kepesertaan Pekerja Penerima Upah (PPU) dari Kantor KPU yang pernah merasakan manfaat  Kartu JKN-KIS. Ibu yang sering disapa Henny ini telah terdaftar bersama keluarganya untuk ikut serta dalam kepesertaan Program JKN-KIS dan terdaftar pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Puskesmas Karang Indah Merauke. 

 

Saat ditelepon Tim Jamkesnews, Senin (11/03) Henny yang baru saja pulang dari tempat kerjanya langsung mengkonfirmasi kepada tim Jamkesnews agar datang ke rumahnya untuk membagikan pengalamannya tentang JKN-KIS.

 

“Saya pernah menggunakan fasilitas kesehatan kartu JKN-KIS saat menderita sakit Malaria dan harus dirawat selama seminggu di RSUD Merauke. Ketika itu, saya sempat khawatir dan memikirkan biaya pengobatannya.  Namun ternyata ketika saya diperbolehkan pulang dan mengurus administrasi rumah sakit, Puji Tuhan tidak ada biaya sepeser pun yang dikeluarkan untuk biaya pengobatan saya. Selama menjalani perawatan, petugas di rumah sakit pun melayani dengan ramah dan saya merasa puas akan hal tersebut,” ungkap Henny.

 

Henny pun berkomentar mengenai manfaat JKN-KIS yang telah banyak dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Indonesia. "Manfaat dari Program JKN-KIS ini pun dari kabar yang saya dengar banyak dirasakan oleh berbagai kalangan masyarakat, dari mulai yang terkena penyakit ringan sampai yang penyakitnya berat. Bahkan untuk masyarakat yang tidak mampu pemerintah mendaftarkan dan membayarkan iurannya sebagai peserta JKN-KIS segmen Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan," ujarnya.

 

Ketika ditanya tentang kewajiban membayar iuran Henny beranggapan bahwa antara hak dan kewajiban harus jalan beriringan, tidak bisa dijalankan hanya salah satunya saja. “Saya tidak pernah merasa dirugikan ketika gaji saya terpotong setiap bulannya untuk membayar iuran JKN-KIS, sebab jaminan pelayanan kesehatan ini prinsipnya gotong - royong, dimana peserta yang sehat dan rajin membayar iuran akan membantu yang sakit. Kalaupun kita tidak pernah memanfaatkannya karena sehat ya harus bersyukur, malah itu bisa sebagai amal ibadah kita kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Dan perlu diingat bahwa sakit itu datangnya tidak diduga sehingga memiliki kartu JKN-KIS dan rutin membayar iuran merupakan hal yang wajib untuk perlindungan diri kita sendiri dan keluarga,” tambah Henny.

 

Di saat yang sama setelah menceritakan pengalamannya, tim Jamkesnews yang mewawancarainya juga menjelaskan manfaat dari aplikasi Mobile JKN, salah satu inovasi dari BPJS Kesehatan yang dapat diunduh dari playstore ataupun app store.

 

“Fitur aplikasi Mobile JKN ini ternyata sangat memudahkan peserta untuk pengurusan administrasi seperti mengganti fasilitas kesehatan, mengecek tagihan, memperoleh informasi tentang Hak dan Kewajiban Peserta dan mengisi skrining kesehatan. Ibaratnya semua kebutuhan tentang Program JKN-KIS sudah ada dalam satu genggaman lewat aplikasi ini. Dan ada satu hal lagi yang penting, ternyata kita  tidak perlu khawatir lagi apabila lupa membawa kartu KIS, karena dengan menunjukan KIS Digital yang ada di Mobile JKN ini kita akan tetap bisa dilayani. Semakin hari terbukti program JKN-KIS dan BPJS Kesehatan ini semakin inovatif dan pelayanannya pun semakin berkualitas,” tutup Henny sambil tersenyum puas. (TR/ds)



File :