Ratna Lega, JKN-KIS Hadir Bantu Kesembuhan Bayinya

Penulis : Humas Dibaca : 412 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 07 Apr 2019 00:00:00

Selong (07/04/2019) – Nabila Safitri yang masih berusia 1 bulan harus terbaring lemah di tempat tidur dengan memakai selang oksigen. Bayi ini sudah 3 hari dirawat di ruang perawatan anak kelas III RSUD dr. R Soedjono Selong.

 

Pada Minggu (31/03), tim Jamkesnews berkesempatan untuk mengunjungi Nabila dan ibunya, Ratnasari (44). Peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBN asal Desa Pringgasela Timur, Kecamatan Pringgasela ini pun bersedia membagi pengalamannya selama menggunakan kartu JKN - KIS.

 

“Awalnya Nabila sempat dirawat di Puskesmas Pringgasela selama 3 hari. Tapi karena batuk dan sesak napasnya tidak kunjung sembuh akhirnya dirujuk ke rumah sakit,” ungkap Ratna.

 

Dokter mendiagnosa bahwa Nabila menderita Pneumonia. Penyakit akibat infeksi bakteri, virus, atau jamur ini biasanya menyebabkan demam dan batuk yang berkepanjangan pada bayi. Penangangan yang tepat dan cepat sangat dibutuhkan untuk mencegah kondisi penyakit bertambah parah.

 

Untung saja Ratna dan adiknya Siti (27) langsung sigap membawa Nabila ke Puskesmas. Bayi berbobot 3 kg ini pun dengan segera mendapat pelayanan kesehatan di Puskesmas Pringgasela.

 

“Pelayanan di puskesmas sangat baik, kami dilayani dengan ramah dan selama 3 hari di sana tidak dipungut biaya perawatan sama sekali. Setelah dirujuk ke rumah sakit pun, kami mendaftar menggunakan kartu JKN – KIS. Perawat di sini kemudian mengatakan semua biaya perawatan dan pengobatannya dijamin asalkan mengikuti prosedur yang berlaku,” tutur Siti, adik Ratna yang kala itu ikut menemani. 

 

Ratna mengungkapkan kondisi Nabila memang belum sepenuhnya membaik. Namun, ia percaya dengan dibawa ke RSUD Selong, anaknya akan mendapat pertolongan medis yang tepat. Ratna juga mengatakan bahwa Nabila akan dipasang selang makanan yang dimasukkan ke dalam saluran pencernaannya untuk memenuhi asupan nutrisi karena tidak bisa menyusu.

 

“Kata dokter, Nabila tidak boleh diberikan ASI secara langsung mengingat kondisinya masih sesak napas dan terus menerus batuk, takut tersedak jika diberikan susu. Jadi nanti akan dipasangkan selang makanan. Saya setuju saja atas semua saran dokter, yang penting anak saya bisa cepat sembuh,” kisah Ratna.

 

Pekerjaan Ratna dan suaminya sebagai buruh tani tidak akan cukup untuk membayar biaya perawatan Nabila yang mencapai jutaan rupiah.

 

“Bagi kami, penghasilan kami sebulan pun tidak akan cukup untuk biaya berobat Nabila, makanya Alhamdulillah, kami sangat bersyukur karena telah mendapat bantuan dari pemerintah berupa kartu JKN – KIS ini. Kami tidak perlu khawatir harus mengeluarkan biaya berobat untuk kesembuhan anak kami. Mudah – mudahan program ini akan terus berlanjut. Jadi, masyarakat kecil pun tidak akan takut berobat ke rumah sakit, asal selalu mengikuti aturan dan syarat yang berlaku,” ungkap Ratna. (ay/hf)



File :