Perjuangan Asmoro Bersama JKN-KIS, Demi Kesembuhan Diabetes Sang Istri

Penulis : Humas Dibaca : 757 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 21 Apr 2019 00:00:00

Biak Numfor – Terhitung sudah 3 (tiga) bulan lamanya Asmoro Bangun (57), setia menemani Sagiyem (54), sang istri yang terbaring di rumah Sakit Umum Daerah (RSDU) Biak lantaran diabetes yang dideritanya. Asmoro beserta keluarganya merupakan peserta Jaminan Kesehatan Nasional - Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dari segmen Penerima Bantuan Iruan (PBI) yang iurannya dibayarkan oleh pemerintah pusat.

 

Ketika ditemui tim Jamkesnews di ruang Intensive Care Unit (ICU) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Biak, Kamis (18/04) pria yang sehari-harinya bekerja sebagai buruh ini tidak bisa menyembunyikan raut kesedihan di wajahnya.

 

“Saya sedih melihat kondisi istri saya sekarang, apalagi istri saya sudah sangat lama dirawat di rumah sakit ini. Pikiran saya semakin kalut ketika di awal pengobatan saya juga memikirkan biaya yang harus dikeluarkan untuk berobat. Namun ternyata berkat JKN-KIS, saya tidak perlu memikirkan biaya, saya jadi memiliki harapan untuk tetap bisa memperjuangkan kesembuhan istri saya, setidaknya satu beban saya sudah hilang karena tidak dipusingkan lagi dengan biaya rumah sakit,” ungkap Asmoro.

 

Menurut Asmoro, Program JKN-KIS ini tidak hanya memberikan perlindungan kepada masyarakat  yang sedang sakit, tapi dengan adanya program ini, juga dapat menghapus kekhawatiran masyarakat akan mahalnya biaya berobat.

 

“Saya sangat bangga dan bersyukur dengan  hadirnya Program JKN-KIS ini. Kalau diukur dari segi kemampuan, jelas saya tidak mampu membiayai pengobatan istri saya. Bagi saya ini adalah pertolongan Tuhan yang dikirim melalui perantara Program JKN-KIS,” tuturnya haru.

 

Asmoro menambahkan, sepanjang menemani sang istri yang dirawat di ruang ICU RSUD Biak, Asmoro mengaku tidak ada perbedaan antara pasien umum dengan pasien peserta JKN-KIS. Semuanya sama-sama mendapatkan pelayanan yang baik dan ramah dari petugas di rumah sakit.

 

“Alhamdulillah, kami dilayani dengan baik di rumah sakit Biak, bahkan kami lebih dihargai dan lebih diutamakan karena menggunakan JKN-KIS. Selama istri saya dirawat sampai dengan saat ini, sama sekali tidak diperlakukan berbeda dari pasien umum. Tidak ada juga pungutan biaya sepeser pun,” ungkap Asmoro.

 

Di akhir perbincangan, Asmoro menyampaikan harapannya terhadap Program JKN-KIS.

 

“Saya berharap Program JKN-KIS tetap ada, harus dilanjutkan karena program ini sangat penting bagi masyarakat khsususnya bagi masyarakat yang tidak mampu. Program JKN-KIS ini sangat berarti bagi saya dan juga bagi saudara-saudara yang senasib seperti saya. Secara pribadi saya sangat bersyukur dan saya sangat bangga dengan Program JKN-KIS ini,” kata Asmoro. (TR/as)



File :