Tiar: JKN-KIS Jamin Pengobatan Ibu, Istri Dan Anak Saya

Penulis : Humas Dibaca : 480 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 22 Apr 2019 08:52:39

Bandar Lampung – Keluarga selalu menjadi tempat ternyaman bagi kita. Sejauh apapun kita pergi, seindah apapun tempat yang kita kunjungi, keluarga tetap menjadi tempat kita untuk kembali.

Muhammad Ibrahim Bakhtiar (34) warga Kota Bandar Lampung ini adalah seorang karyawan perusahaan transportasi di Bandar Lampung yang juga terdaftar sebagai peserta JKN-KIS sejak tahun 2015 silam. Saat bertemu Tim Jamkesnes di sela-sela kesibukannya, ia bercerita tentang keluarganya yang bergantung dengan program JKN - KIS karena tertolong dengan adanya program JKN – KIS.

“Awalnya di tahun 2016 ibu saya terkena serangan jantung, ia didiagnosa hipertensi, lalu di jantungnya ada pembengkakan. Dokter lalu memintanya untuk selalu kontrol dan mengonsumsi obat secara terus menerus. Sedih rasanya orang tua sakit, apalagi harus terus menerus minum obat,“ cerita Tiar.

Tiar melanjutkan ceritanya,  tahun lalu giliran istri dan anaknya yang memerlukan pelayanan kesehatan dan kembali tertolong dengan manfaat program JKN-KIS ini.

“Tahun lalu istri saya melahirkan dan harus menjalani  Sectio Ceasarea (SC),  kemudian anak saya yang baru saja lahir ternyata ada kelainan sehingga harus menjalani perawatan. Duh, gak bisa dibayangin deh kalo nggak ada JKN – KIS saya mau bayar pakai apa? Mau ngutang sama saudara? tetangga? Belum tentu ada juga kan, mau hutang ke bank juga gak punya jaminan apa-apa. Pikiran terburuknya adalah menjual rumah tempat saya dan keluarga tinggal. Tapi Alhamdulillah semuanya dijamin JKN-KIS. Saya ucapkan banyak terima kasih kepada Pemerintah yang sudah peduli terhadap kesehatan rakyatnya dengan membuat program JKN – KIS ini sehingga kami tidak jadi lebih miskin karena sakit,“ kata Tiar.

Tiar mengingat-ingat kembali saat pertama kali memanfaatkan kartu JKN-KIS.

“Awalnya saya pikir ribet karena harus ke puskesmas dahulu, dan selanjutnya baru ke rumah sakit setelah diberikan rujukan oleh dokter di Puskesmas. Tapi setelah beberapa kali mengantar Ibu untuk kontrol ke dokter spesialis jantung, saya pikir orang-orang bilang ribet karena belum terbiasa, ini aturan yang baik agar antrian di rumah sakit tidak panjang, dan penyakit-penyakit tertentu kan bisa ditangani oleh dokter di puskesmas atau ke klinik,“ kata Tiar.

Di akhir ceritanya Tiar mengajak masyarakat yang belum menjadi peserta JKN – KIS untuk segera mendaftar, karena sakit tidak ada yang tahu kapan datangnya. Dan jika benar-benar sakit datang belum tentu kita akan sanggup untuk membiayainya. Oleh karenanya menjadi peserta JKN-KIS sangat penting untuk masyarakat. (FR/md)


File :