JKN-KIS Hadir, Sudjarni Punya Harapan Untuk Kesembuhan Moko

Penulis : Humas Dibaca : 4284 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 12 May 2019 00:00:00

Temanggung - Sudjarni (53) merupakan warga Dusun Pateken, Wonoboyo, Kabupaten Temanggung yang kesehariannya bekerja di warung kelontong miliknya. Hendra Atmoko (23), anak bungsu Sudjarni yang biasa dipanggil Moko, mempunyai penyakit kejang-kejang yang dideritanya sejak kecil. Menurut cerita Sudjarni, penyebab dari penyakit kejang moko dikarenakan terjatuh dari gendongan saat balita. Kemudiaan  Moko juga secara tidak sengaja pernah tersengat listrik sehingga pertumbuhannya yang tidak sama seperti anak-anak kecil lainnya saat itu.

 

Dengan kondisi Moko yang harus mendapat perhatian khusus, Sudjarni tidak patah arang untuk merawat anak bungsunya itu. Keluarga Sudjarni telah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS sejak tahun 2015. Sudjarni menemani Moko menjalani perawatan secara rutin setiap bulannya di Rumah Sakit Kristen Ngesti Waluyo.

 

“Kami adalah salah satu keluarga yang merasakan manfaat nyata JKN-KIS. Semenjak ada program ini, penyakit anak saya perlahan-lahan sembuh. Ini karena akhirnya kami bisa berobat tanpa harus terbebani biaya. Dari dulu kami tidak pernah membawanya berobat karena ke rumah sakit, gak berani kami karena tidak punya uang, tapi kini kami bisa berobat rutin dan biayanya dijamin sepenuhnya oleh JKN-KIS, bersyukur sekali saya,” tuturnya lirih kepada Jamkesnews, Senin (29/04).

 

Dengan hadirnya JKN-KIS, Sudjarni percaya bahwa ada harapan untuk kesembuhan Moko. Meskipun Sudjarni bukan berasal dari keluarga mampu, ia tetap berusaha untuk kesembuhan anak bungsunya itu. Sudjarni berharap supaya Moko dapat tumbuh kembang sesuai usianya. Ia juga berharap agar Moko dapat menjadi lelaki yang mandiri, berguna bagi keluarga dan menjadi tulang punggung keluarga.

 

"Alhamdulilah, setelah rutin perawatan di rumah sakit, keadaan Moko saat ini sudah mulai membaik dan tidak kejang-kejang lagi. Terkadang bantu ibunya jaga warung, bantu bapaknya di sawah. Ya alhamdulilah mas, untuk enam bulan ini sudah agak membaik walaupun belum 100%. Semoga Moko lekas sembuh," ucap Sudjarni.

 

Harapan Sudjarni tak lain adalah BPJS kesehatan selalu ada untuk masyarakat. Ia juga berharap fasilitas kesehatan bisa meningkatkan pelayanannya tanpa membeda-bedakan perlakuan, baik kepada pasien umum yang membayar dengan biaya sendiri maupun terhadap pasien JKN-KIS.(ma/wt)



File :