Syaharuddin: JKN-KIS Berperan Besar Dalam Pengobatan Kami

Penulis : Humas Dibaca : 4250 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 14 May 2019 00:00:00

Nunukan –  Banyak masyarakat yang terbantu biaya pelayanan kesehatannya oleh program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan. Sejak program JKN-KIS diselenggarakan di awal tahun 2014, BPJS Kesehatan telah banyak membiayai kasus katastropik salah satunya adalah tindakan hemodialisa atau yang lebih dikenal dengan cuci darah pada pasien penderita gagal ginjal.

 

Salah seorang pasien penderita gagal ginjal yang terbantu dengan kehadiran program JKN-KIS adalah Syaharuddin (59). Pria asal Nunukan yang beralamat di Jalan Bhayangkara Nunukan Tengah ini sudah hampir enam tahun menjalani hemodialisa. Dari yang awalnya 2 kali dalam seminggu, kini rutinitas ini harus dijalaninya 3 kali dalam seminggu, dan seluruh biayanya dijamin JKN-KIS.

 

“Saya sudah menjalani cuci darah sejak tahun 2014. Dari tahun 2014 hingga 2015, cuci darah saya jalani di RSUD Tarakan. Alhamdulliah, instalasi hemodialisa di RSUD Nunukan dibuka pada tahun 2015 sehingga cuci darah bisa saya lanjutkan di RSUD Nunukan hingga saat ini. Selama bertahun-tahun menjalani cuci darah, seluruh biaya pelayanan kesehatan sepenuhnya dijamin program JKN-KIS,” ungkap Syaharuddin kepada tim Jamkesnews saat ditemui disela-sela perawatan cuci darah di RSUD Nunukan, Jumat (26/04).

 

Setiap kali melakukan cuci darah, diperlukan biaya yang tidak sedikit. Untuk satu kali menjalani cuci darah, pasien umum tanpa JKN-KIS harus membayar biaya sekitar satu juta rupiah. Biaya tersebut belum termasuk biaya lainnya apabila memerlukan obat-obatan tambahan atau perawatan tambahan lainnya di rumah sakit.

 

Bayangkan saja jika mereka harus menjalani dua sampai tiga kali cuci darah dalam seminggu. Dengan biaya yang sangat besar itu, tentu saja pasien gagal ginjal merasa khawatir dengan biaya yang harus dikeluarkan. Akan tetapi, kekhawatiran itu sirna bagi para pasien gagal ginjal yang menjadi peserta JKN-KIS seperti yang telah dialami Syaharuddin.

 

“Saya bangga dan terharu dengan program JKN-KIS ini. Saya dan teman-teman lainnya yang hidupnya bergantung dengan cuci darah pastilah sangat bersyukur dengan adanya program ini. Entah apa jadinya kalau tidak ada program ini, JKN-KIS sangat berperan besar dalam pengobatan kami,” ujarnya.

 

Syaharuddin menceritakan juga pengalaman tentang pelayanan yang ia rasakan selama ini.

 

Pelayanannya baik. Tidak ada diskriminasi antara Peserta JKN-KIS, pasien umum maupun pengguna asuransi swasta lainnya. Petugasnya ramah dan semuanya dilayani sesuai standar dan prosedur yang telah ditetapkan,” tambahnya.

 

Syaharuddin mengucapkan apresiasinya kepada pemerintah yang telah mencanangkan program JKN-KIS, BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara dan fasilitas kesehatan yang telah memberikan pelayanan dengan baik.

 

“Program ini dapat berjalan berkat dukungan semua pihak. Saya berharap semoga program JKN-KIS tetap berjalan dan terus memberikan manfaat bagi masyarakat karena banyak masyarakat yang tertolong dari program JKN-KIS ini seperti saya,” ujarnya. (KA/om)



File :