David: Tukang Becak Seperti Saya Butuh JKN-KIS

Penulis : Humas Dibaca : 221 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 21 May 2019 00:00:00

Pekanbaru – Saat dijumpai oleh Tim Jamkesnews, David Viktor Situmorang (38) sedang menunggu panggilan di poli Anestesi Rumah Sakit Umum Daerah Arifin Achmad Provinsi Riau (RSUD Arifin Achmad), Selasa (26/03) silam. Rencananya David, begitu ia biasa dipanggil, akan mulai dirawat inap hari itu. Ia sudah mendapatkan jadwal untuk operasi esok harinya.

 

David diketahui mengidap kista gigi. Dikutip dari laman www.alodokter.com kista gigi disebabkan adanya gigi, bagian gigi atau akar gigi yang mati akibat trauma atau infeksi atau bisa juga karena bagian gigi yang tidak dapat tumbuh sempurna misalnya karena terbenam dalam gusi.

 

Menurut David, dulu dirinya mengalami kecelakaan yang menyebabkan kerusakan pada bagian mulutnya hingga akhirnya kini ditemukan kista itu.

 

“Dulu pernah kecelakaan dan operasi di gigi,” ujar David sambil menunjukkan bagian mulut yang sama tempat ditemukannya kista.

 

David sendiri tinggal di Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan. Mulanya ia mengeluhkan sakit dan nyeri di bagian mulutnya ketika berobat di Klinik Harapan Bunda yang memang dekat dengan rumahnya. Dari sana ia mendapat rujukan ke Rumah Sakit Umum Daerah Selasih (RSUD Selasih) di Pangkalan Kerinci. Kemudian dirujuk kembali ke RSUD Arifin Achmad untuk mendapatkan penanganan operasi.

 

Kepada Tim Jamkesnews David bercerita bahwa semenjak BPJS Kesehatan beroperasi ia dan keluarga juga sudah menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) segmentasi Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau biasa disebut mandiri. Kelas yang dipilihnya adalah kelas 3. Selama itu pula dia belum pernah menerima pelayanan yang buruk dari dokter atau diminta iur biaya tambahan atas pengobatannya.

 

“Jadi peserta udah sejak tahun 2014, dan terdaftar di kelas 3. Selama berobat pun tidak ada diminta iur biaya atau beli-beli obat. Jadi memang terasa betul manfaatnya,” tegasnya.

 

Ini bukanlah operasi yang pertama bagi David, namun ia tetap merasa sedikit cemas. Meski demikian, kepada Tim Jamkesnews dia tetap optimis demi kesembuhannya.

 

“Terima kasih pokoknya saya sampaikan ke pemerintah, rumah sakit dan BPJS Kesehatan. Kalo nggak ada program JKN-KIS ya mana ada duit saya untuk operasi-operasi. Tukang becak seperti saya ini butuh JKN-KIS, mba. Dan saya yakin masyarakat juga sangat membutuhkan program ini karena memang sangat bermanfaat, oleh karenanya program JKN-KIS harus tetap ada,” ucapnya sambil menyisipkan ungkapan terima kasihnya. (aw/dp)



File :