Rini: Amputasi Emak Tertolong Oleh JKN-KIS

Penulis : Humas Dibaca : 476 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 01 Jun 2019 00:00:00

Pekanbaru – Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Begitulah rahasianya kehidupan ini sehingga meski kita sudah sedemikian hati-hati, kadang masih juga tertimpa musibah. Seperti itu jugalah yang dialami Rosmaniar (89) peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

 

Keseharian Ros, begitu ia disapa, kini hanya tinggal di rumah bersama anaknya, Syafrial dan menantunya, Rini. Ros merupakan peserta JKN-KIS dari pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan hak perawatan kelas 2. Ros sendiri sudah lama mengidap Diabetes Melitus (DM), dimana jika seseorang mengidap DM dan mengalami luka, maka luka tersebut lama bahkan sulit sembuh. Kondisi luka juga dapat memburuk lebih cepat sehingga menimbulkan infeksi.

 

Sebelum memasuki bulan puasa silam, Ros jatuh di kamar mandi dan mengalami luka pada kaki kanan di bagian jari tengah. Mulanya Ros dan keluarga hanya membiarkan luka tersebut. Namun semakin lama luka tersebut  tidak menunjukkan tanda-tanda kesembuhan hingga akhirnya Ros dibawa keluarga ke Klinik KPR di daerah Perawang. Karena kondisi lukanya belum juga membaik dan malah menyebar hingga ke jari jempolnya, maka Ros dirujuk ke RS Syafira di Pekanbaru, Rabu (22/05).

 

Sehari berikutnya pihak keluarga membawa Ros ke RS Syafira. Menurut dokter, bagian jari Ros yang luka itu sudah infeksi dan harus diamputasi. Setelah berkonsultasi lebih lanjut, pihak keluarga setuju dan operasi akan segera dilakukan sesuai jadwal yang disiapkan pihak rumah sakit.

 

“Alhamdulillah, operasi Emak tak ada hambatan. Setelah dirujuk kemarin, sorenya Emak langsung diperiksa dokter dan malam harinya langsung dioperasi. Semua prosedurnya tidak ada yang lama dan lancar-lancar saja. Penangannya menurut saya sangat baik dan cepat,” ujar Rini kepada Tim Jamkesnews.

 

Jika tidak ada komplikasi dan kondisi Ros baik-baik saja, rencananya Ros akan kembali ke Perawang minggu berikutnya untuk kontrol hasil operasi dan pengobatan Diabetes Melitusnya. Saat dikonfirmasi terkait tambahan iur biaya, Rini pun mengaku tidak ada.

 

“Tidak, saya tidak mengeluarkan uang sama sekali untuk biaya pengobatan selama di rumah sakit. Kalau biaya transportasi ya memang kami sendiri yang siapkan, tetapi bayaran di rumah sakit benar-benar tidak ada, semua dijamin JKN-KIS. Bersyukur sekali saya. Kami memang menjalani semua prosesnya sesuai prosedur. Jadi dijamin semuanya, tanpa biaya. Kami pun tidak  naik kelas. Yang terasa memberatkan itu ya kalau kami tak punya kartu JKN-KIS. Amputasi Emak tertolong dengan adanya program JKN-KIS,” terang Rini sambil memegang Kartu Indonesia Sehat (KIS) dengan erat.


File :