Tertimpa Musibah Sakit, Hati Tetap Tenang Ada JKN-KIS

Penulis : Humas Dibaca : 126 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 03 Jun 2019 00:00:00

Curup - Ada sebuah pepatah mengatakan, kesehatan selalu tampak berharga setelah kita kehilangannya. Mungkin ketika kita sedang dalam keadaan sehat, maka pepatah ini akan kita anggap sebagai angin lalu. Namun ketika kita sampaikan pepatah ini kepada seseorang yang sedang dalam keadaan sakit maupun dalam masa perawatan, maka kita baru menyadari kebenarannya.

 

Kasmir Jauhari (70) merupakan salah satu dari jutaan peserta JKN-KIS yang ikut merasakan manfaat dari Program JKN-KIS. Kasmir dan keluarganya merupakan peserta JKN-KIS dari sektor Peserta Penerima Upah (PPU). Istrinya yang bernama Sudi Hartati (53) merupakan seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Dinas Pendidikan Kabupaten Rejang Lebong, sedangkan Kasmir sendiri berprofesi sebagai wiraswasta.

 

Kasmir menceritakan bahwa pada tanggal 3 Mei 2019 lalu ia dilarikan oleh keluarganya ke Klinik dikarenakan suhu tubuhnya yang sangat tinggi dan keluhan sakit perut yang tidak tertahankan lagi. Melalui Instalasi Gawat Darurat (IGD) Klinik, Kasmir langsung mendapatkan pertolongan pertama.

 

“Kata dokter yang memeriksa,  saya terkena tipes. Jadi memang suhu tubuhnya tinggi dan badan rasanya meriang. Ditambah lagi kemarin perut rasanya sakit sekali. Alhamdulillah sekarang sudah jauh lebih baik lagi. Tapi saya masih harus di suruh balik lagi untuk kontrol ulang. Katanya mau ada pemeriksaan lanjutan,” ujar Kasmir yang telah berusia senja ini.

 

Diakuinya setelah mendapatkan perawatan kondisinya jauh lebih baik. Kasmir juga menjelaskan bahwa dia sadar akan pentingnya Program JKN-KIS ini.

 

“Ini sudah jauh lebih baik dibanding pertama kali ke Klinik kemarin. Badan saya rasanya sudah lebih segar. Maklum sudah usia senja, keluarga juga jadi agak was-was takut kenapa-kenapa sama saya.

 

Jika dihitung-hitung dengan gaji istrinya yang setiap bulan dipotong untuk bayar iuran JKN-KIS, Kasmir merasa tidak akan cukup untuk membantu pengobatan keluarganya selama ini.

 

”Bukan kali ini saja kami memanfaatkan kartu JKN-KIS, tapi sudah berkali-kali. Saya juga merasa senang dengan program ini mengingat iurannya relatif terjangkau tapi manfaatnya sangat  besar.  Setiap bulan kan gaji istri saya dipotong untuk iuran JKN-KIS, tapi itu gak seberapa dengan manfaat yang kami dapatkan dalam hal penjaminan kesehatan. Biaya berobat kan mahal,” ujarnya.

 

Kasmir melanjutkan dengan menceritakan manfaat JKN-KIS yang juga sangat banyak dirasakan masyarakat Indonesia.

 

”Belum lagi kalau kita berfikir di luar sana sangat banyak sekali peserta yang terkena penyakit kronis dan bisa berobat tanpa biaya karena telah dijamin JKN-KIS. Tidak terbayang kalau tidak ada program ini mungkin banyak yang tidak mampu untuk berobat. Luar biasa sekali program ini, dan bersyukur sekali pemerintah membuat program JKN-KIS. Semoga program JKN-KIS akan terus ada dan menolong masyarakat yang membutuhkan. Asal jangan lupa harus rajin bayar iuran, itu kewajiban kita. Terima kasih JKN-KIS,” katanya sambil tersenyum. (RW/ds)


File :