Patuh Bayar Iuran JKN-KIS, Wujud Nyata Gotong Royong Membangun Indonesia Sehat

Penulis : Humas Dibaca : 374 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 20 Jun 2019 09:40:00

Tangerang, Jamkesnews – Gotong royong adalah satu nilai kebaikan yang harus dipupuk terus di jaman modern ini. Dengan melakukan bersama-sama maka sesuatu akan terasa lebih ringan. Gotong royong sebagai salah satu prinsip penyelenggaraan Program JKN-KIS seyogyanya dipahami oleh semua peserta. Salah satu bentuk gotong royong dalam program ini adalah kepatuhan pembayaran iuran.

“Prinsip program ini memang gotong royong, terutama gotong royong dalam pembayaran iuran. Kita harus paham bahwa semua iuran akan diberikan untuk memfasilitasi yang sakit,” kata seorang Jaksa Pengacara Negara di Kejaksaan Negeri Kota Tangerang, Rina, saat ditemui Jamkesnews pada Selasa (18/06).

Menurutnya, pembayaran iuran harus dilakukan oleh semua peserta, baik yang sehat maupun yang sakit. Jika yang mengiur hanya yang sakit maka tidak ada nilai gotong royong di dalamnya.

“Pembayaran iuran adalah kewajiban semua peserta, baik yang sehat maupun yang sakit. Karena semua mengiur maka orang dengan penyakit berat sekalipun bisa dijamin pelayanan kesehatannya sesuai ketentuan. Jika yang bayar hanya peserta yang sakit bukan gotong-royong namanya,” ujar Rina.

Sebagai peserta Pekerja Penerima Upah, Rina tidak keberatan melakukan pembayaran iuran setiap bulan. Pembayaran iuran dilakukan dari pemotongan gaji setiap bulannya. Rina meyakini iuran yang dibayarkan telah dikelola dengan baik oleh BPJS Kesehatan untuk pembiayaan peserta yang sakit.

“Saya tidak keberatan jika harus membayar iuran setiap bulan. Itu adalah kewajiban dan bentuk kontribusi sebagai peserta. Jika sewaktu-waktu sakit maka kita sudah punya perlindungan,” ucapnya.

Pembayaran rutin setiap bulan adalah bentuk kepatuhan sebagai peserta dan warga negara yang baik. Tanpa kepatuhan dari seluruh peserta maka program ini tidak bisa berjalan dengan semestinya.

“Kami dari Kejaksaan  bekerja sama dengan BPJS Kesehatan untuk kepatuhan terutama untuk badan usaha. Kami pun sebagai pegawai sendiri juga harus patuh membayar iuran. Tidak hanya membuat badan usaha patuh, kami pun juga sudah patuh membayar kewajiban setiap bulannya untuk Program JKN-KIS,” ujar Rina.

Terakhir ia mengatakan, keberadaan Program JKN-KIS harus bisa berkelanjutan agar masyarakat Indonesia memperoleh perlindungan jaminan kesehatan secara adil. Ia juga berharap agar semua peserta membayar iuran tepat waktu dan tepat jumlah serta bisa menikmati manfaatnya jika sewaktu-waktu sakit. (RS/la).


File :