Iuran JKN-KIS Tak Sebanding Dengan Manfaatnya Yang Luar Biasa

Penulis : Humas Dibaca : 398 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 30 Oct 2019 14:38:57

Bengkulu, Jamkesnews – Ratinem (56) merupakan salah satu peserta JKN-KIS segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) kelas 3 asal Kecamatan Penarik Mukomuko yang menderita gagal ginjal. Kondisinya mewajibkan ia harus rutin melakukan cuci darah minimal dua kali seminggu di RSUD Mukomuko. Ratinem saat ini tinggal dengan anak satu-satunya bernama Musaean yang bekerja sebagai petani untuk mencukupi kebutuhan hidup mereka sehari-hari.

“Saya cuci darah dua kali seminggu di RSUD Mukomuko. Jarak dari rumah ke rumah sakit kurang lebih satu jam naik motor, saya diantar anak lelaki saya. Walau  pakai sepeda motor saya tetap semangat karena saya mau sembuh dan pengobatan saya kan telah dibantu oleh  seluruh peserta JKN-KIS sehat yang sudah bergotong-royong membayarkan iuran untuk menolong saya,” ujar Ratinem, Selasa (08/10).

Ratinem tahu walaupun ia rutin membayar iuran JKN-KIS setiap bulannya, kalau hanya berpegang pada iurannya pribadi tanpa subsidi silang dari iuran JKN-KIS peserta lainnya, tidaklah mungkin dapat membantu pengobatan cuci darah rutinnya. Oleh karena itu, Ratinem yang sudah menjadi peserta JKN-KIS sejak Maret 2016 ini pun mengucapkan terima kasih kepada peserta JKN-KIS lainnya yang rutin membayar iuran setiap bulannya.

“Saya tidak putus-putusnya berdoa kepada Allah mendoakan peserta JKN-KIS yang sehat agar tetap sehat dan bayar iuran. Jangan sampai sakit, karena sakit tidak enak rasanya. Tidak enak makan, tidak enak duduk, tidak enak badan. Terkadang saya berpikir bagaimana kalau tidak ada Program JKN-KIS ini, saya mungkin pasrah saja karena saya tidak sanggup membayar biaya cuci darah ini,” ungkap Ratinem.

Ratinem berpesan kepada anak lelakinya untuk selalu hidup sehat dan jangan sampai lupa bayar iuran. Bahkan ia pun mengatakan, apabila suatu hari nanti iuran JKN-KIS disesuaikan, dirinya tidak keberatan dan siap membayar iuran tepat waktu seperti biasa.

"Bayar iuran JKN-KIS tiap bulan tidak sebanding dengan biaya cuci darah saya. Justru saya berterima kasih karena negara sudah menghadirkan Program JKN-KIS ini. Program ini sangat bermakna bagi kami yang menggantungkan hidup untuk cuci darah," ucap Ratinem. (RW/dw)


File :