Ditolong Berkali-Kali Oleh JKN-KIS Dari Pemerintah

Penulis : Humas Dibaca : 223 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 28 Nov 2019 12:09:00

Bandung, Jamkesnews – Pemerintah telah menunjukkan komitmen yang tinggi dalam Program JKN-KIS dengan membayarkan iuran bagi penduduk yang tidak mampu agar pelayanan kesehatan dapat diakses secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat, baik melalui APBN maupun APBD.

Salah satu warga yang telah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS melalui Program Universal Health Coverage (UHC) Kota Bandung, Ane Sumarni (41). Warga Kelurahan Malabar menuturkan bahwa Program JKN-KIS memiliki andil yang sangat besar dalam kesehatan keluarganya, khususnya untuk sang ayah, Uu Husein (73).

“Ayah saya merupakan peserta yang aktif sekali memanfaatkan JKN-KIS. Justru bukan untuk sakit yang kecil, tetapi penyakit jantung. Dari mulai tahun 2013 saat masih Jamkesmas hingga saat ini pakai JKN-KIS, terhitung sudah 5 kali ayah saya operasi pasang ring jantung,” tutur Ane saat ditemui di sela kesibukan aktivitasnya pada Selasa (26/11).

Ane mengaku, walau ia hanya masyarakat biasa dan tidak terlalu paham medis, namun melalui informasi yang ia dapatkan, operasi pemasangan ring jantung bukanlah penyakit murah. Menurutnya, untuk pemasangan satu ring jantung saja terbilang mahal, apalagi pemasangan ring hingga 5 kali dalam waktu yang berbeda.

Pasalnya, penyakit jantung tidak bisa diobati hanya dengan pemberian obat-obatan. Kebanyakan kasus penyakit jantung kronis harus berakhir pada tindakan operasi pemasangan ring jantung. Salah satunya yang di alami ayah Ane, Uu. Beruntung, keluarganya tidak perlu pusing memikirkan biaya karena semua telah dijamin oleh Program JKN-KIS.

“Saya tidak akan mampu menghitung biaya pengobatan ayah saya hingga saat ini, membayangkannya saja saya enggan. Tetapi Alhamdulillah, selama ini operasi berjalan lancar dan kami tidak pernah diminta iur dari mulai dari operasi hingga rawat jalan. Bahkan tidak hanya sekali, justru berkali-kali hingga 5 kali. Kalau bukan karena pemerintah membentuk program JKN-KIS, dan saya tidak didaftarkan sebagai peserta PBI, saya tidak tahu harus bagaimana lagi. Kami tidak akan mampu membiayai itu sendiri,” ungkap Ane.

Di akhir pertemuan, Ane menuturkan banyak terima kasih kepada pemerintah yang telah memperhatikan masyarakat yang tergolong tidak mampu. Menurutnya, biaya pengobatan ayahnya terbilang mahal. Namun dengan adanya JKN-KIS yang ia dapatkan dari pemerintah, sangat membuat Ane dan keluarga mampu bernafas lega untuk berjuang melawan penyakitnya. (BS/rm)


File :