Permudah Pasien, RSUD Sosodoro Terapkan Sistem Antrean Online Jajaki Intergrasi dengan Mobile JKN

Penulis : Humas Dibaca : 231 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 09 Jan 2020 00:00:00
Bojonegoro, JAMKESNEWS – Di awal tahun yang baru pada hari ini tanggal 06 Januari 2020, RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo meluncurkan inovasi yang sudah dibangun dan dikembangkan sejak satu tahun terakhir yaitu aplikasi berbasis android yang bernama SIAP RS (Sistem Integrasi Antrian dan Pelayanan Rumah Sakit). Guna menghadapi era digitalisasi, aplikasi ini diharapkan dapat mempermudah seluruh pasien yang berobat dan mengakses kepastian layanan di RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo. Aplikasi SIAP RS ini dapat diunduh melalui Play store. Acara peluncuran aplikasi ini dibuka oleh Plt Direktur RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo,  Hastono, dan sekaligus menjelaskan mengenai fitur-fitur yang ada pada aplikasi tersebut.

Sejak bermitra dengan BPJS Kesehatan diakui oleh Hastono selaku Plt Direktur RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo tidak pernah sepi pasien, kewalahan dengan antrian pasien yang membludak dan berujung pada kenyamanan pasien serta pegawai di Rumah Sakit. Menurutnya, dengan beberapa sentuhan jari pada layar android maka aplikasi ini dapat mengurai antrian pasien yang ada di RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo.

"Pada aplikasi SIAP RS ini pasien dapat melakukan pendaftaran dimanapun dan kapanpun. Pasien dapat memilih jadwal serta jam berkunjung satu hari sebelum hari kunjungan berobatnya agar lebih efektif efisien, waktu tidak terbuang lama menjadi tidak produktif karena tersita untuk mengantri di Rumah Sakit. Fitur lain pada aplikasi yaitu tampilan ketersediaan kamar rawat inap sehingga pasien mendapatkan informasi yang transparan," kata Hastono.

Selain itu, terdapat fitur perhitungan sementara biaya rawat inap (billing system) bagi pasien yang sedang di rawat inap di RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo, dan sedang dikembangkan tampilan jadwal antrian operasi elektif. Yang tidak kalah penting adalah fitur pengaduan keluhan pasien yang dapat dientri dan segera dijawab oleh petugas via aplikasi ini.

Tidak cuman itu, Hastono juga menjelaskan bahwa sedang berproses untuk integrasi aplikasi ini dengan aplikasi milik BPJS Kesehatan yang saat ini juga tengah mengembangkan fitur-fiturnya pada aplikasi Mobile JKN terkait layanan di fasilitas kesehatan.

"Ke depannya diharapkan integrasi ini dapat melalui satu pintu sehingga efektif dan informasi yang ditampilkan sama dengan keluaran aplikasi Mobile JKN. Tentunya butuh proses dan waktu untuk menyatukan keduanya. Namun sinergi ini bertujuan untuk memberikan kemudahan dan kepuasan pasien dalam mengakses pelayanan kesehatan.” tutup Hastono siang itu. (wr)

File :