Pasien Cuci Darah Ini Jalani Cuci Darah Tanpa Biaya

Penulis : Humas Dibaca : 200 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 31 Jul 2020 09:16:00

 

Kabupaten Indramayu, Jamkesnews – Tak pernah terbayangkan dalam benak Nurhayati (53), warga Kecamatan Haurgeulis Kabupaten Indramayu ketika dokter mengharuskannya untuk melakukan prosedur cuci darah. Saat itu, ketika didiagnosa menderita sakit gagal ginjal, Nurhayati dan keluarga belum terdaftar sebagai peserta JKN-KIS. Biaya yang Nurhayati keluarkan tidaklah sedikit. Untuk satu kali proses cuci darah diperlukan biaya ratusan ribu hingga jutaan rupiah.

 

“Awal cuci darah, saya sering bolak-balik Bandung Cirebon. Waktu itu, saya masih belum punya terdaftar sebagai peserta JKN-KIS dan belum memiliki kartu JKN. Habis-habisan saya jualin barang-barang,” ucap Nurhayati, Selasa (28/07).

 

Ia menyebut, pada tahun 2017, anaknya mendaftarkan Nurhayati sekeluarga sebagai peserta JKN-KIS segmen peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU). Setelah menjadi peserta JKN-KIS aktif, seluruh biaya perawatan selama ia cuci darah ditanggung sepenuhnya oleh Program JKN-KIS. Nurhayati merasa amat bersyukur, karena kini ia tak khawatir lagi akan biaya pelayanan kesehatan yang harus ia keluarkan untuk setiap kali melakukan cuci darah.

 

“Alhamdulillah ya Allah, kalau enggak ada BPJS Kesehatan saya sekeluarga enggak tahu harus gimana. Saya sama bapak cuma kerja tani, penghasilannya juga tidak seberapa. Saya bersyukur pemerintah sudah menghadirkan Program JKN-KIS yang diselenggarakan BPJS Kesehatan,” ungkap Nurhayati.

 

Dua kali dalam seminggu, Nurhayati mendatangi Rumah Sakit Bhayangkara Indramayu untuk melakukan cuci darah. Selama menjalani cuci darah lebih tiga tahun tersebut, ia bercerita selalu mendapat pelayanan yang sangat baik dari dokter serta perawat yang merawatnya. Hal tersebut menjadikannya memiliki kedekatan tersendiri dengan petugas di Rumah Sakit. Nurhayati telah menganggap dokter dan perawat di Rumah Sakit tempatnya biasa melakukan cuci darah sebagai saudaranya sendiri.

 

“Pelayanan di sini baik, dokter sama perawatnya juga baik udah ibu anggap saudara sendiri. Kalau butuh apa-apa juga gampang. Ibu juga kadang kontrol sakit gula darah ibu disini,” jelas Nurhayati

 

Nurhayati menyampaikan ucapan terima kasih kepada Peserta JKN-KIS lainnya karena telah bersama-sama bergotong-royong membantu peserta yang membutuhkan layanan dengan cara rutin membayar iuran setiap bulannya. Ia berharap Program JKN-KIS dapat terus ada membantu masyarakat yang membutuhkan pelayanan. (kh/bm)

 


File :