Terjamin Walau Biaya Fantastis, Asal Sesuai Kebutuhan Medis

Penulis : Humas Dibaca : 268 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 27 Sep 2020 08:11:00

Kediri, Jamkesnews - Sebagai asuransi sosial, program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) memberikan layanan penjaminan tanpa mengenal batasan rupiah. Selama sesuai dengan kebutuhan medis, pengobatan peserta dapat dijamin meskipun biayanya terhitung fantastis. Contohnya saja Djiong Tik (75), warga Kediri yang memanfaatkan program JKN-KIS untuk pengobatan kanker prostat sejak tahun 2019.

Pria yang akrab disapa “Koh Tik” ini bercerita, sejak bulan September tahun 2019 Ia menjalani pengobatan patologi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Soetomo Surabaya. Setiap bulan Ia berobat ke Surabaya untuk mengamati penyusutan benjolan yang tumbuh di sekitar saluran kemihnya. Obat-obatan pun sudah menjadi konsumsi sehari-sehari agar penyakit itu segera hilang dari tubuhnya. Tidak tanggung-tanggung, harga obat yang dikonsumsinya bernilai lebih dari 2 juta rupiah per bulan.

“Untuk yang harian ada tiga macam, totalnya kira kira Rp 2,3 juta per satu bulan. Selain itu ada juga yang ini harganya Rp 6 jutaan untuk suntik setiap tiga bulan,” ujar Koh Tik sambil menunjukkan kotak ampul berwarna ungu yang masih disimpannya.

Disamping obat-obatan dan konsultasi medis, Koh Tik juga mendapatkan layanan laboratorium yang dibiayai program JKN-KIS. Pengecekan tersebut dilakukan sebagai upaya pemantauan kondisi Koh Tik sebelum dan selama pengobatan. Koh Tik mengaku sempat menjalani pemeriksaan CT-Scan saat pertama kali berobat untuk mengecek adanya penyebaran sel kanker di tubuhnya.

“Pas pertama saya dimasukkan ke CT-Scan yang alatnya lingkaran itu, terus sekarang cek rutin termasuk PSA (Prostat Specific Antigen), USG, dan macam-macam.Biaya laboratorium, dokter, obat-obatan untuk kanker itu kan mahal ya. Untungnya saya sudah daftar dari dulu,” kata Koh Tik.

Ditambahkan oleh Koh Tik, Ia terdaftar sebagai peserta JKN-KIS sejak BPJS Kesehatan dicanangkan pada tahun 2014. Pendaftaran tersebut pun bukan dilakukan karena hendak berobat, melainkan sengaja ingin berpartisipasi dalam program pemerintah.

“Saya dulu mendaftar karena mau partisipasi saja. Mbayar ya mbayar aja paling juga sakitnya cuman masuk angin, jadi nggak saya gunakan. Saya gunakan ya pas berobat ini aja dan syukurnya keadaan saya sudah jauh membaik,” tutup Koh Tik. (ar/sw)


File :