Biaya Pengobatan Kanker Hingga 1,5 M, Kris Bersyukur Memiliki BPJS Kesehatan

Penulis : Humas Dibaca : 1197 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 07 Jan 2021 09:08:42

 

Pekanbaru, Jamkesnews – Krisnaningsih (54), tak menyangka. Benjolan keras tak berbentuk di payudara bagian kanan itu akan mengantarkannya dan keluarga kepada sebuah berita pada sepuluh tahun silam. Saat hasil ultrasonografi (USG) dan mammografi menunjukkan bahwa Kris – begitu ia biasa dipanggil – positif kanker payudara stadium 2A.

 

Diceritakan Kris, mulanya ia tak merasakan sakit atau keluhan, hanya tanpa sengaja ia merasakan adanya benjolan keras yang tidak berbentuk pada payudara bagian kanannya. Meski kemudian dokter menyarankan Kris untuk operasi pengangkatan payudara, Kris masih ragu sehingga melakukan general check up ke Singapura.

 

“Hasilnya lebih mengejutnya. Payudara sebelah kiri pun ada benjolan, belum teraba mungkin karena masih hitungan millimeter. Dokter di Singapura pun menyarankan untuk mengangkat kedua payudara. Saya mundur dan masih yakin tanpa tindakan medis saya bisa sembuh,” tuturnya.

 

Selama empat tahun Kris mencoba pengobatan alternatif ke mana-mana dan tak kunjung menunjukkan perubahan yang baik. Rasa sakit memang hanya dirasakan di payudara namun pertengahan tahun 2014 Kris tak lagi mampu menahan sakit. Ia berinisiatif menerima tindakan operasi pengangkatan payudara bagian kiri secara mandiri di Solo.

 

“Waktu itu dokter pun tetap menyarankan saya untuk kemo. Saya masih ragu. Sekembalinya di Pekanbaru hingga 3 bulan setelah operasi itu, kaki kanan saya sakit sekali, pinggang belakang juga. Saya pergi ke Malaysia dan hasil CT Scan menunjukkan kanker saya sudah menyebar hingga tulang belakang. Mau ngga mau, saya harus kemo,” lanjutnya lagi.

 

Dengan berbagai pertimbangan, Kris memutuskan untuk menjalani kemo di Solo menggunakan BPJS Kesehatan. Selama lebih kurang empat bulan, Kris sudah menerima kemo infus 6 kali, sinar tulang belakang 10 kali, minum kemo oral Xeloda 2 siklus, hingga sempat minum obat hormonal 2 siklus tanpa mengeluarkan biaya.

 

“Juga setelah saya selesai dengan kemo kelima, saya sempat menerima operasi pengangkatan payudara bagian kanan. Itu juga masih tanpa biaya,” ujar Kris.

 

Sekitar tahun 2016, tangan kiri Kris sakit hingga tak dapat digerakkan. Ternyata kankernya aktif lagi. Kris memutuskan berobat di Pekanbaru saja. Hingga pertengahan tahun 2017, Kris mendapat rujukan untuk melakukan sinar di RS dr. Cipto Mangunkusumo di Jakarta di mana ia mendapat sinar payudara 30 kali dan sinar tulang belakang 10 kali.

 

“Kini saya pun masih melanjutkan pengobatan di Pekanbaru dengan minum kemo oral Xeloda selama 1 tahun dan obat hormonal hingga tahun 2022 nanti sesuai anjuran dokter. Jadi, bisa dibilang sejak 2014 hingga nanti 2022, saya akan menggunakan BPJS Kesehatan, jika dihitung-hitung, total pengobatan saya sampai sekarang sekitar Rp 1,5 M. Dan saya bersyukur sudah menjadi peserta BPJS Kesehatan hingga hari ini,”

 

“Semoga BPJS Kesehatan tetap ada, karena banyak sekali penyakit kronis yang membutuhkan biaya besar, salah satunya kanker, dan kepada teman-teman peserta BPJS Kesehatan, bayarlah iuran secara disiplin agar lancer dalam pengobatan,” ungkap Kris.


File :