Kemoterapi Pasca Operasi Kanker Ovarium, Dedek Sangat Bersyukur Dibantu Program JKN-KIS

Penulis : Humas Dibaca : 319 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 18 Jan 2021 08:00:00

Sarolangun, Jamkesnews – Diawali dengan sering nyeri pada saat menstruasi hingga pingsan karena menahan sakit serta adanya peradangan pada kista yang dimilikinya, ternyata ada penyakit lain yang menyerang Dedek Supriyanti (39) Peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Berupaya agar tidak menjalani tindakan operasi, Dedek mencoba pengobatan herbal dan tidak mengacuhkan sakit yang dideritanya, hingga lama kelamaan perutnya semakin membesar seperti orang hamil.

“Awalnya selalu nyeri saat haid bahkan sampai pingsan, tapi saya takut dioperasi. Jadi saya coba pengobatan dengan minuman herbal seperti yang disarankan oleh orang-orang, tapi lama kelamaan kok jadi makin membesar perut saya, akhirnya saya coba berobat ke Dokter Lisa Septi Rita sebagai Faskes Pertama saya," cerita Dedek, Selasa, (12/01).

Dedek yang berupaya untuk tidak dioperasi akhirnya pasrah karena sakit yang dideritanya sudah mulai serius dan didiagnosa mengidap Kanker Ovarium.

“Saya dirujuk ke Rumah Sakit AR Bunda di Lubuk Linggau lalu dirujuk lagi ke Rumah Sakit Dr. Mohammad Hoesin di Palembang dan mendapat tindakan operasi disana. Jadi diangkat kedua ovarium saya, jadi saya tidak dapat memiliki keturunan setelah operasi ini,” tambah Dedek.

Selesai tindakan operasi, selanjutnya Dedek juga menjalankan tindakan kemoterapi pasca operasi sebanyak 6 kali sesi perawatan. Dedek sendiri sangat mengetahui dan sadar bahwa perawatan yang dijalaninya ini memerlukan biaya yang besar dan ia sangat lega karena telah terdaftar sebagai Peserta JKN-KIS melalui Segmen Peserta Penerima Upah Badan Usaha sejak tahun 2014.

“Alhamdulillah Program JKN-KIS ini sangat membantu sekali. Ini adalah pengalaman pribadi saya sendiri memakai layanan, saya sempat bercerita juga dengan pasien lain yang menjalani kemoterapi dengan jalur umum, 6 kali sesi yang saya jalani ini memakan waktu yang tidak sebentar dan saya tahu biaya yang sangat besar. Oleh karena itu, saya merasa sangat terbantu karena semuanya ditanggung dari biaya operasi dan kemoterapi setelahnya. Jadi saya tidak perlu khawatir lagi soal biaya yang dikeluarkan pada saat menjalani perawatan ini,” tutup Dedek.(AW/ss)


File :