Ini Ungkap Syukur Karmi Jalani Cuci Darah Bebas Biaya Berkat JKN-KIS

Penulis : Humas Dibaca : 73 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 01 May 2021 08:19:00

“Saya hanya bisa mengucapkan teriima kasih yang sebesar-besarnya kepada JKN-KIS yang telah memberikan pelayanan terbaik bagi saya”

Semarapura, Jamkesnews – Ni Wayan Karmi (48), salah seorang peserta Jaminan Kesehatan Nasional - Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada program yang diselenggarakan BPJS Kesehatan, karena merasa mendapatkan pelayanan yang sangat baik seperti yang ia harapkan.

“Saya adalah peserta yang sering memanfaatkan JKN-KIS untuk berobat di rumah sakit karena saya rutin menjalani cuci darah setiap 2 kali seminggu tanpa mengeluarkan biaya sepeserpun,” ungkap Karmi begitu ia disapa.

Karmi yang terdaftar sebagai peserta JKN-KIS segmen pekerja mandiri kelas 3 ini mengaku dirinya menderita penyakit gagal ginjal sejak 5 tahun yang lalu, yang mengharuskan dirinya rutin menjalani cuci darah. Selama itu juga dirinya akrab dengan Program JKN-KIS, karena setiap minggunya ia harus ke Rumah Sakit Umum Daerah Klungkung untuk menjalani pengobatan yang berbiaya cukup besar ini.

Wanita yang berasal dari Dawan Klungkung ini menceritakan perjalanannya selama menjadi peserta JKN-KIS dan menjalani pengobatan cuci darah yang begitu mengharukan, sebab selama menjadi peserta JKN-KIS ia sangat berusaha membayar iuran karena tidak memiliki pekerjaan tetap, hingga akhirnya ia sempat turun kelas dari kelas 2 ke kelas 3 dan dibantu oleh keluarganya.

“Meskipun kondisi saya saat ini tidak bekerja tetapi kami sekeluarga masih tetap berusaha menjadi peserta mandiri, karena kami merasa nyaman dengan status kepesertaan ini dan merasa telah banyak dijamin Program JKN-KIS,” lanjut Karmi.

Ibu 2 anak ini ternyata juga masih menanggung anak-anaknya yang masih duduk di bangku SMP dan SMA, namun dengan kegigihannya, selalu ada jalan keluar untuknya mencukupi semua kebutuhannya. Ia tetap menyoroti pentingnya JKN-KIS, karena jika tidak ada JKN-KIS maka ia tidak tahu harus bagaimana lagi membiayai kehidupan sehari-harinya.

“Kami tidak tahu jika tidak ada JKN-KIS ini akan seperti apa, sudah pasti kami akan kebingungan mencari biaya berobat. Belum lagi membiayai kebutuhan sehari-hari dan biaya sekolah anak. Saya sangat berterima kasih dari hati yang tulus kepada Program JKN-KIS,” tutup Karmi. (dh/gw)


File :