Sering Keluar Masuk Rumah Sakit, Sukri Tak Lagi Khawatir Akan Biaya Berkat JKN-KIS

Penulis : Humas Dibaca : 320 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 09 Jun 2021 08:59:18

Bima, Jamkesnews - Kesehatan adalah salah satu faktor yang sangat berharga dalam kehidupan. Tubuh yang sehat dapat memudahkan setiap manusia dalam melakukan bermacam-macam pekerjaan dan aktivitas. Di dunia ini tidak ada satu orang pun yang memiliki keinginan untuk sakit. Ketika dalam kondisi sakit, tubuh akan terasa sangat tidak nyaman. Dengan demikian perlindungan kesehatan adalah salah satu hal penting yang harus dimiliki.

Sejak tahun 2014, pemerintah telah menghadirkan program Jaminan Kesehatan Nasional - Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) sebagai bentuk upaya perlindungan kesehatan bagi masyarakat Indonesia. Program JKN-KIS yang diselenggarakan BPJS Kesehatan telah membuka akses seluas-luasnya bagi masyarakat untuk mendapatkan layanan kesehatan, tanpa harus khawatir masalah biaya yang timbul dari pengobatan yang dilakukan.

Sukri (62) warga Kelurahan Dodu Kecamatan Rasanae Kota Bima adalah salah satu peserta yang turut merasakan manfaat dari Program JKN-KIS. Sukri sempat merasakan kekhawatiran karena di usianya yang sudah tidak muda lagi membuat dirinya sering keluar masuk rumah sakit dan bahkan sampai  sempat dirawat inap di RSUD Bima.

“Karena sudah memasuki usia lanjut, saya jadi lebih mudah terkena penyakit. Beberapa waktu yang lalu, saya dirawat di RSUD Bima, tiba-tiba lemas tidak bertenaga dan tidak ada nafsu makan. Dokter mengatakan saya terkena maag kronis jadi harus menjaga pola makan yang baik dan menjaga kesehatan,” jelas Bilal Masjid Baiturrahim Kelurahan Dodu ini.

Sukri megatakan bahwa ia sudah tak lagi khawatir perihal keluar masuk rumah sakit, di usia yang rentan terserang penyakit, kehadiran Program JKN-KIS yang diselenggarakan BPJS Kesehatan sangat berpengaruh, terlebih pada saat pandemi seperti ini.

“Saya merasa sangat bahagia, karena sudah terdaftar menjadi peserta JKN-KIS. Jadi tidak perlu pusing memikirkan  biaya pengobatan,” ucapnya sambil tersenyum.

Lanjut Sukri, bahkan sebelum dirinya memilik JKN-KIS, banyak uang yang dikeluarkan untuk biaya berobat.

“Alhambulillah sekarang berobat tidak pernah mengeluarkan biaya sendiri,” ujarnya kepada tim Jamkesnews. .

Kakek ini juga bercerita bahea di samping ia tidak perlu pusing memikirkan biaya pengobatan, ia juga merasa sangat puas walaupun terdaftar sebagai peserta JKN-KIS yang dibiayai pemerintah. Namun tetap mendapatkan pelayanan yang baik dan perlakuan yang sama di fasilitas kesehatan seperti peserta umum lainnya.

Sukri juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah melalui BPJS Kesehatan karena sudah membantu masyarakat yang tidak mampu.

“Semoga Program JKN-KIS ini selalu memberikan yang terbaik bagi penduduk Indonesia,” (dh/sy)


File :