Tekan Risiko Penyakit Kronis, Pemkot Jaktim Dukung Optimalisasi Skrining Riwayat Kesehatan

Penulis : Humas Dibaca : 31887 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 25 Jun 2022 06:01:27
Jakarta Timur, Jamkesnews – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, khususnya Kota Administrasi Jakarta Timur mendukung penuh seluruh kegiatan Program JKN, salah satunya melalui optimalisasi skrining riwayat kesehatan. Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Timur, Fredy Setiawan saat memimpin kegiatan Forum Kemitraan Dengan Pemangku Kepentingan Tingkat Kota Administrasi Jakarta Timur, Kamis (23/06). Fredy mengatakan bahwa skrining riwayat kesehatan yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan melalui Aplikasi Mobile JKN sangatlah penting bagi masyarakat untuk mengetahui seberapa jauh kondisi kesehatannya. Dirinya melanjutkan kalau terkadang banyak masyarakat itu malas untuk memeriksakan kesehatannya sehingga risiko kesehatan dikemudian hari tidak dapat dihindarkan, sehingga diharapkan dengan adanya skrining kesehatan ini masyarakat tidak malas lagi untuk dapat melaporkan kondisi kesehatannya melalui Aplikasi Mobile JKN tanpa perlu datang ke fasilitas kesehatan. ”Dengan adanya kerjasama antara BPJS Kesehatan dengan fasilitas kesehatan yang bekerjasama ini melalui pengisian skrining riwayat kesehatan di Aplikasi Mobile JKN, masyarakat umum bisa ketahuan yang tadinya merasa tidak punya penyakit ternyata ada potensi penyakit yang harus segera dicegah sehingga pemerintah akan terbantu dalam penanganan kesehatan warganya, tidak sampai memerlukan biaya kesehatan yang besar,” pungkas Fredy. Berdasarkan evaluasi hasil skrining riwayat kesehatan peserta JKN di wilayah Jakarta Timur sampai dengan 17 Juni 2022 sudah ada 32.491 peserta JKN yang telah melakukan skrining dengan rincian 1.150 peserta memiliki risiko hipertensi, 5.865 peserta memiliki risiko jantung coroner, 2.614 peserta memiliki risiko ginjal kronik dan 942 peserta memiliki risiko diabetes mellitus. Tindak lanjut dari hasil skrining tersebut dapat dilakukan pemeriksaan dokter atau laboratorium di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP). “Kebijakan skrining riwayat kesehatan ini sangat bermanfaat sekali bagi peserta JKN, diantaranya dapat memberikan kepastian layanan bagi seluruh peserta JKN, khususnya peserta sehat yang belum pernah berkunjung ke fasilitas kesehatan. Lalu kemudahan akses pelayanan kesehatan Program JKN tanpa harus berkunjung ke fasilitas kesehatan dan pastinya peserta dapat mengetahui risiko penyakit kronis sedini mungkin dan dapat ditindaklanjuti segera,” kata Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Timur, M. Ichwansyah Gani. Ichwansyah menambahkan bahwa selain skirining riwayat kesehatan, BPJS Kesehatan pada bulan Juni dan Juli 2022 menjalankan program pelayanan telekonsultasi dokter atau disingkat KonsulDok. Telekonsultasi tersebut sebagai upaya meningkatkan awareness FKTP terhadap mutu layanan kesehatan melalui peningkatan akses serta pemantauan riwayat kesehatan peserta terdaftar. Selain itu juga diharapkan dapat meningkatkan kepuasan peserta terhadap layanan Program JKN. Sebagai tambahan informasi, sampai dengan 17 Juni 2022, BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Timur telah bekerjasama dengan 83 Puskesmas, 110 klinik pratama, 3 dokter praktek perorangan, 39 rumah sakit dan 7 klinik utama.(MN/cp)

File :