Kisah Homsun, Penderita Infeksi Paru yang Berobat ditanggung Program JKN

Penulis : Humas Dibaca : 391 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 27 Sep 2022 00:00:00

Bangkalan, Jamkesnews - Homsunurullah (35) merupakan peserta dari segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) yang pernah mengalami infeksi paru. Pria yang akrab disapa Homsun ini menceritakan bahwa kondisi tersebut sempat menghambat aktivitasnya. Namun ia bersyukur karena biaya pengobatannya ditanggung oleh program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

"Belum lama ini saya terkena infeksi paru. Saya tidak bisa bangun dan susah makan selama dua hari. Awalnya saya kira hal itu terjadi karena tekanan darah rendah,” kata Homsun.

Pada akhirnya karena Homsun tidak dapat menahan sakit, dirinya dibawa oleh sang istri ke Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syamrabu Bangkalan. Setelah mendapat penanangan di UGD, dirinya diharuskan untuk observasi lebih lanjut dengan menjalani rawat inap sampai penyakitnya dapat diketahui dan diobati.

“Setelah ditangani di UGD, saya menjalani pemeriksaan laboratorium. Saya diharuskan rawat inap karena dokter mendiagnosa saya mengidap penyakit infeksi paru," kata ujar Homsun.

Homsun menambahkan bahwa baru kali ini dirinya merasakan apa yang namanya sakit keras. Ia sempat mengkhawatirkan besarnya biaya perawatan dan sampai berapa lama dia bisa sembuh.

“Seumur hidup belum pernah saya merasakan sakit seperti ini. Saya merasa benar-benar sedang sakit keras. Saya khawatir jika rawat inap harus menghabiskan waktu dan biaya perawatan yang besar. Untungnya biaya perawatan di rumah sakit dapat ditanggung oleh BPJS Kesehatan," imbuh Homsun.

Homsun menjalani rawat inap selama empat hari. Selama perawatan, dia memperoleh pelayanan yang baik dari RSUD Syamrabu Bangkalan. Dokter dan perawat dengan telaten merawat dan memotivasi dirinya sampai sembuh.

“Saya tidak mengira, penyakit saya segera berangsur membaik. Dokter dan perawat merawat saya dengan baik, sehingga saya termotivasi untuk lekas sembuh. Alhamdulilah pada hari ke empat saya sudah diperbolehkan pulang,” ujar Homsun.

Seminggu setelah kepulangannya dari rumah sakit, Homsun diharuskan untuk kontrol. Seluruh biaya kontrol dan pengobatan ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Usai kontrol dia berujar pada dirinya sendiri untuk lebih menjaga kesehatan agar tidak sakit lagi.

"Setelah pulang saya diharuskan kontrol. Seluruh biaya kontrol dan obat-obatan ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Kini saya lebih menjaga kesehatan dan pola hidup seperti olahraga, makan yang teratur dan seimbang. Walaupun tidak mengeluarkan biaya, saya lebih memilih sehat dari pada sakit lagi,” tutup Homsun.(rn/we)

File :