Agus Rasakan Pelayanan di Fasilitas Kesehatan Tetap Sama, Meski Beda Kelas Rawat

Penulis : Humas Dibaca : 387 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 19 Nov 2022 07:24:24

Jakarta Selatan, Jamkesnews – Har Agus Turjayawan (57) adalah peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sejak tahun 2014 silam, Agus panggilan karibnya ini mengungkapkan selama delapan tahun tersebut telah merasakan pelayanan kesehatan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dengan segmen kepesertaan dan kelas rawat yang berbeda-beda. Menariknya Agus mengaku semua manfaat layanan yang didapatkannya di kelas rawat yang lebih tinggi tetap diberikan saat dirinya menjadi peserta kelas rawat di bawahnya.

“Pertama kali tahun 2014 saya didaftarkan melalui kantor menjadi peserta BPJS Kesehatan kelas satu. Alhamdulillah kami sekeluarga sejauh ini belum pernah menggunakannya untuk dirawat, paling hanya berobat jalan ke Klinik Prof Ufa akibat sakit gigi, alurnya cukup sederhana karena saya waktu itu langsung datang ke klinik dengan membawa kartu BPJS Kesehatan, kemudian melakukan penfataran pelayanan dan tinggal menunggu antrean,” ujar Agus Rabu (16/11).

Kesan memuaskan langsung dirasakan oleh Agus kala itu, hal itu tercermin dari sikap petugas yang ramah, ruang tunggu yang nyaman, antrean tertib dan waktu tunggu tidak terlalu lama, bahkan dokter yang melayani juga sangat komunikatif hingga membuat Agus betah berinteraksi. Setelah pemeriksaan dokter dan diberikan resep obat untuk membantu penyembuhan sakit giginya, Agus pulang dengan puas tanpa mengeluarkan biaya sama sekali alias gratis.

Selang tiga tahun tepatnya tahun 2017 Agus mengalihkan status kepesertaannya menjadi Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) kelas rawat dua dikarenakan sudah tidak bekerja diperusahaan lagi. Pada tahun tersebut pula anak Agus yang mengalami sakit demam tinggi yang membuatnya harus mendapatkan pengobatan. Tanpa ragu Agus memutuskan untuk membawa anaknya ke Klinik Prof Ufa meski berbekal jenis kepesertaan yang berbeda dari sebelumnya.

“Sempat khawatir awalnya kalau pelayanan dari klinik akan berbeda dengan yang diberikan kepada saya waktu masih kelas satu dulu, tapi luar biasanya anak saya tetap mendapatkan pelayanan yang sama persis tidak kurang apapun termasuk biayanya juga gratis. Alhasil sejauh perjalanan keluarga saya menjadi peserta BPJS Kesehatan tidak ada kendala yang kami temui, kami harap program ini terus berkembang dan menjadi kebanggaan masyarakat Indonesia,” tutup Agus. (DT/dv)


File :