Berjuang Melawan Hemofilia, Bersyukur Telah Menjadi Peserta JKN

Penulis : Humas Dibaca : 443 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 25 Jan 2023 09:44:27

Watampone, Jamkesnews - Pemerintah Daerah Kabupaten Bone telah mendaftarkan lebih dari 800.000 jiwa Penduduk dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Satu di antaranya adalah Wahyudin (11), asal Desa Kampoti Kecamatan Dua Boccoe, Kabupaten Bone.

Ibunda Wahyudin, Sulfiana mengakui anaknya menderita hemofilia akut yang sudah cukup lama. Untuk berobat, membutuhkan biaya yang cukup mahal dan harus dijalani seumur hidup. Saat ini, dirinya memerlukan terapi obat 2 kali dalam 1 minggu dengan kisaran biaya sekitar Rp40-50 juta setiap bulan.

“Penyakit tersebut terdeksi ketika tahun 2017 silam, dimana saat itu hendak akan dioperasi pada kaki nya. Dokter kala itu langsung melakukan serangkaian tindakan-tindakan pemeriksaan sampai akhirnya mendiagnosa penyakit hemofilia,” ucapnya.

Sulfiana menambahkan dirinya tidak tahu lagi apa yang harus dilakukan apabila tidak menjadi peserta JKN, ia menyadari harta yang ia miiki saat ini tidaklah cukup untuk membayar biaya pengobatan hemofilia anaknya.

“Pelayanan pengobatan di rumah sakit dirasakan sangat mudah dan tidak berbelit, setiap minggunya kami ke rumah sakit untuk melakukan penyuntikan dan berkonsultasi mengenai perkembangan kondisi kesehatan anaknya,” ceritanya.

Ia beserta keluarga sangat bersyukur dan berterima kasih kepada BPJS Kesehatan dan Pemerintah Daerah Kabupaten Bone karena telah mendaftarkan anaknya menjadi peserta JKN.

“Diperlukan biaya yang besar untuk pengobatan anak saya, olehnya saya merasa beruntung dan bersyukur bisa menjadi salah satu peserta JKN,” ujar Sulfiana.

Sulfiana berharap Program JKN ini dapat berkesinambungan, terus dirasakan kehadirannya oleh masyarakat terutama masyarakat yang kurang mampu seperti dirinya, karena ia pun tidak bisa membayangkan bagaimana nasibnya apabila biaya pengobatan anaknya tidak ditanggung BPJS Kesehatan.

“Saya berharap program ini dapat terus hadir membantu kami untuk menjamin biaya kesehatan, terlebih kami yang masih kurang mampu,” tutup Sulfiana.


File :